RADAR SURABAYA – Newcastle United resmi menunjuk Matthias Jaissle sebagai pelatih kepala baru menggantikan Eddie Howe.
Pelatih asal Jerman itu mengaku yakin dengan proyek besar The Magpies meski klub sedang menghadapi eksodus sejumlah pemain bintang pada bursa transfer musim panas 2026.
Jaissle didatangkan dari klub Arab Saudi, Al-Ahli, setelah mencatatkan prestasi gemilang dengan mempersembahkan dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun pada 2025 dan 2026.
Penunjukan pelatih berusia 38 tahun itu dilakukan di tengah perubahan besar dalam skuad Newcastle.
Sebelumnya, Anthony Gordon telah bergabung dengan Barcelona, Sandro Tonali hijrah ke Tottenham Hotspur, sementara kapten tim Bruno Guimaraes dikabarkan tinggal selangkah lagi merapat ke Arsenal.
Baca Juga: Bursa Transfer: Mohamed Salah Disambut Ribuan Suporter Trabzonspor di Istanbul
Nilai transfer Bruno Guimaraes disebut mencapai £75 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.
Meski kehilangan sejumlah pemain kunci, Jaissle optimistis Newcastle tetap memiliki fondasi kuat untuk bersaing di level tertinggi.
"Merupakan kehormatan luar biasa menjadi pelatih kepala Newcastle United. Ini adalah salah satu klub terbesar di sepak bola Eropa, memiliki sejarah, identitas, dan basis pendukung yang luar biasa," ujar Jaissle.
Ia mengaku sudah mengikuti perkembangan Newcastle dalam beberapa musim terakhir dan melihat kemajuan signifikan yang telah dibangun klub.
"Ketika Newcastle United datang menawarkan kesempatan, Anda pasti akan memperhatikannya.
Ambisi klub, visi masa depan, dan peluang yang ada membuat saya sangat tertarik. Saya percaya sepenuhnya pada proyek ini."
Janjikan Sepak Bola Berintensitas Tinggi
Jaissle menegaskan filosofi permainannya mengedepankan kerja keras, intensitas tinggi, serta kebersamaan dalam tim.
Baca Juga: BRI Dukung Optimalisasi Kas Negara, Perkuat Kredit Berkualitas ke Sektor Riil
Menurutnya, seluruh elemen di Newcastle memiliki potensi besar untuk membawa klub meraih prestasi lebih tinggi.
"Tim yang saya bangun selalu mengutamakan kebersamaan, kerja keras, intensitas, dan keinginan berkembang setiap hari.
Saya akan memberikan seluruh energi dan komitmen saya untuk membantu Newcastle mencapai ambisinya."
Ia juga mengaku tidak sabar memulai pekerjaannya bersama The Magpies.
Laga pertama Jaissle sebagai pelatih Newcastle dijadwalkan berlangsung saat menghadapi Valencia dalam pertandingan penutup pemusatan latihan pramusim di La Manga, Sabtu mendatang.
Newcastle Sebut Jaissle Kandidat Terbaik
Dalam pernyataan resminya, Newcastle menyebut Matthias Jaissle sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa sekaligus kandidat paling menonjol sepanjang proses pencarian pelatih baru.
Sebelum menangani Al-Ahli, Jaissle sukses bersama Red Bull Salzburg dengan mempersembahkan dua gelar Liga Austria.
Setelah pindah ke Arab Saudi, ia kembali menunjukkan kualitasnya dengan membawa Al-Ahli meraih dua trofi Liga Champions Asia secara beruntun.
Direktur Olahraga Newcastle, Ross Wilson, menilai gaya kepemimpinan Jaissle sangat sesuai dengan visi jangka panjang klub.
"Filosofi sepak bola Matthias sangat selaras dengan arah yang ingin kami bangun.
Tim-timnya selalu bermain dengan energi tinggi, mampu mengembangkan pemain, membangun tim yang solid, serta menciptakan budaya kompetitif," ujar Wilson.
Ia meyakini Jaissle mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun Eddie Howe sekaligus membawa Newcastle memasuki era baru yang lebih kompetitif.
Tantangan Berat Pengganti Eddie Howe
Jaissle menggantikan Eddie Howe yang mengakhiri masa baktinya setelah lima tahun menangani Newcastle.
Selama kepemimpinan Howe, Newcastle berhasil mengakhiri penantian 70 tahun tanpa trofi domestik dengan menjuarai Piala Liga Inggris 2025. Howe juga dua kali membawa The Magpies lolos ke Liga Champions.
Kini, tantangan besar menanti Jaissle untuk mempertahankan daya saing Newcastle meski harus menghadapi perombakan besar dalam skuad.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Dailymail.co.uk