RADAR SURABAYA- Warung Kopi Transnet Reborn di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, mulai dipenuhi pengunjung yang sebagian besar bonek, suporter Persebaya.
Kursi-kursi yang biasanya menjadi tempat pelanggan menikmati kopi perlahan berubah menjadi tribun kecil.
Tatapan mereka tertuju ke layar televisi dan giant screen yang telah disiapkan sejak siang.
Meski laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC digelar tanpa kehadiran penonton di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, semangat para pendukung Bajul Ijo tidak surut.
Mereka tetap menemukan cara untuk mendukung tim kesayangannya melalui nonton bareng (nobar).
Keputusan panitia pelaksana untuk tidak menjual tiket pertandingan demi alasan keamanan dan keselamatan justru menghadirkan warna baru di Surabaya.
Warung-warung kopi yang menyediakan fasilitas nobar mendadak menjadi titik temu ribuan Bonek yang ingin merasakan atmosfer pertandingan bersama-sama.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Siapkan Rayan sebagai Opsi Kedua Jika Transfer Bradley Barcola Gagal
Bagi Fachrudin, yang akrab disapa Udin, pemilik Warung Kopi Transnet Reborn, menyediakan nobar bukan sekadar strategi menarik pelanggan. Kegiatan itu telah menjadi rutinitas setiap kali Persebaya berlaga.
"Sebenarnya setiap Persebaya bertanding saya selalu menyiapkan televisi untuk pelanggan.
Karena sebagian besar pengunjung di sini memang penggemar sepak bola, termasuk Bonek. Khusus semifinal Piala Presiden ini saya menambah giant screen supaya lebih nyaman ditonton bersama," ujarnya, Selasa (4/8).
Keputusan memasang layar lebar terbukti tepat. Sejak beberapa jam sebelum kick-off, warungnya dipenuhi suporter yang datang berkelompok.
Aroma kopi bercampur sorak-sorai dan tepuk tangan setiap kali Persebaya melancarkan serangan membuat suasana tak ubahnya tribun stadion.
Bagi Udin, pertandingan Persebaya selalu membawa dampak positif bagi usahanya. Penjualan makanan dan minuman meningkat, sementara suasana tetap berlangsung tertib.
Baca Juga: Persebaya Kalahkan Arema FC 1-0, Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
"Warung penuh oleh Bonek. Penjualan ikut meningkat dan semuanya berlangsung tertib. Apalagi Persebaya berhasil menang, suasananya semakin meriah," katanya.
Di antara para penonton, Syaiful tampak menikmati setiap menit pertandingan. Baginya, nobar bukan sekadar menonton sepak bola, melainkan menjaga kebersamaan dengan sesama Bonek.
"Saya memang sering datang ke sini meski tidak ada pertandingan Persebaya. Sudah kenal dengan pemilik dan pengunjung lainnya.
Saat pertandingan tanpa penonton seperti ini, nobar di warung menjadi solusi bagi Bonek untuk tetap mendukung tim sekaligus membantu UMKM," ungkapnya.
Menurut Syaiful, suasana nobar menghadirkan emosi yang hampir sama dengan berada di tribun stadion.
Sorakan, tepuk tangan, hingga nyanyian dukungan membuat jarak ratusan kilometer antara Surabaya dan Bali seakan tidak terasa.
Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan selama 90 menit.
Di balik setiap laga, terdapat perputaran ekonomi yang turut menghidupi pelaku usaha kecil. Warung kopi, pedagang makanan, hingga penyedia minuman memperoleh berkah dari antusiasme masyarakat menyaksikan Persebaya bertanding.
Besarnya minat publik terhadap Piala Presiden 2026 juga tercermin dari data Nielsen.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa berdasarkan 10 pertandingan yang telah berlangsung, turnamen tersebut mencatat rata-rata rating 4,2 persen dengan audience share mencapai 23,9 persen.
Menurutnya, capaian itu menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai program televisi dengan performa terbaik di Indonesia selama masa penayangannya.
"Ini bukan hanya program olahraga nomor satu, tetapi menjadi program nomor satu di seluruh tayangan televisi nasional. Data ini dikeluarkan Nielsen yang dipakai di seluruh dunia," ujar Maruarar.
Ketika peluit panjang berbunyi dan Persebaya memastikan kemenangan atas Arema FC, sorak gembira langsung memenuhi Warung Kopi Transnet Reborn.
Bagi Bonek, kemenangan itu menjadi tiket menuju final Piala Presiden 2026. Namun, bagi para pelaku UMKM, malam itu juga menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Persebaya mampu menghadirkan berkah ekonomi.
Di tengah keterbatasan karena pertandingan tanpa penonton, loyalitas Bonek menemukan jalannya sendiri.
Dari secangkir kopi, layar lebar, dan kebersamaan di sudut-sudut warung Surabaya, semangat mendukung Bajul Ijo tetap menyala, sekaligus menggerakkan roda usaha masyarakat.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan