Gianni Infantino Terancam Digulingkan, Dewan FIFA Siapkan Mosi Tidak Percaya

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Kelompok yang menentang Gianni Infantino diperkirakan semakin berani setelah Presiden FIFA itu melakukan perubahan sikap terkait kontroversi penjualan hak Piala Dunia. (The Guardian/Claudio Thoma/EPA).
Kelompok yang menentang Gianni Infantino diperkirakan semakin berani setelah Presiden FIFA itu melakukan perubahan sikap terkait kontroversi penjualan hak Piala Dunia. (The Guardian/Claudio Thoma/EPA).

RADAR SURABAYA – Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan terbesar sepanjang masa kepemimpinannya.

Sejumlah anggota Dewan FIFA tengah menggalang dukungan untuk menggelar Rapat Umum Luar Biasa (Extraordinary General Meeting/EGM) yang berpotensi menjadi pintu masuk bagi upaya menggulingkan orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tersebut.

Laporan eksklusif The Guardian menyebutkan gerakan tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum mencuat kontroversi rencana penjualan 20 persen saham perusahaan operasional Piala Dunia. 

Para anggota dewan juga menuntut dilakukan investigasi independen terhadap keputusan FIFA mencabut sanksi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat Piala Dunia 2026.

Kasus Balogun menjadi sorotan karena disebut melibatkan beberapa percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 Federasi Sepak Bola Norwegia bahkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan tuduhan FIFA melanggar prinsip netralitas politik.

Baca Juga: Indonesia vs Vietnam: Pelatih Vietnam Waspadai Kekuatan Kolektif Timnas Indonesia Jelang Duel Krusial Piala AFF 2026

Selama ini FIFA menegaskan keputusan tersebut diambil secara independen oleh Komite Etik FIFA dan sesuai prosedur.

Namun, hingga kini badan sepak bola dunia itu belum merilis laporan resmi mengenai proses maupun dasar pengambilan keputusan tersebut.

Sesuai Statuta FIFA, Dewan FIFA beranggotakan 37 orang yang terdiri atas Presiden FIFA, delapan wakil presiden, serta 28 perwakilan enam konfederasi.

Sedikitnya 19 anggota dewan atau 50 persen dari total anggota sudah cukup untuk memaksa penyelenggaraan EGM.

Laporan menyebut kelompok penentang Infantino telah memperoleh dukungan lebih dari 10 anggota.

Mereka juga dikabarkan siap mendesak Infantino mundur apabila tetap menolak dilakukan audit atau investigasi independen terhadap kasus Balogun.

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah ia membatalkan rencana menjual 20 persen saham perusahaan baru pengelola Piala Dunia kepada Thrive Capital, perusahaan investasi milik Joshua Kushner, adik Jared Kushner, menantu Donald Trump.

Baca Juga: UPDATE KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar: 232 Korban Dievakuasi, 5 Meninggal Dunia

Rencana tersebut menuai penolakan keras dari UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Ketiga konfederasi menilai langkah itu berpotensi mengubah tata kelola FIFA dan mengurangi independensi organisasi.

UEFA dan Concacaf kemudian kembali mengeluarkan pernyataan yang mendesak reformasi tata kelola FIFA.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah mereka memiliki dukungan yang cukup untuk menggulingkan Infantino.

Sebaliknya, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan CONMEBOL masih memberikan dukungan penuh kepada Infantino.

Federasi Sepak Bola Qatar juga menyatakan tetap mendukung pria asal Swiss-Italia tersebut untuk melanjutkan masa jabatannya.

Komposisi Dewan FIFA juga menjadi faktor penting. Dari 37 anggota, sebanyak 14 berasal dari Eropa dan Amerika Utara sehingga dukungan negara-negara Asia dinilai akan menjadi penentu apabila upaya pemakzulan benar-benar dilakukan.

Dewan FIFA dijadwalkan baru bersidang pada November 2026. Namun, kelompok penentang ingin mempercepat proses melalui penyelenggaraan EGM agar Infantino memberikan penjelasan langsung mengenai berbagai kontroversi yang terjadi.

Jika penjelasan tersebut dinilai tidak memuaskan, mereka diperkirakan akan melanjutkan langkah dengan mengajukan mosi tidak percaya sekaligus mencari kandidat baru untuk memimpin FIFA.

Meski berada dalam tekanan, Infantino dikabarkan telah mengantongi lebih dari 200 surat dukungan untuk pencalonannya kembali sebagai Presiden FIFA.

Namun, dukungan tersebut masih dapat dicabut sebelum batas akhir pencalonan pada 18 November 2026.

Selain melalui Dewan FIFA, upaya menggulingkan Infantino juga dapat dilakukan melalui Kongres Darurat FIFA.

Berdasarkan aturan organisasi, sedikitnya 43 asosiasi anggota FIFA harus mengajukan permohonan resmi agar mosi tidak percaya terhadap presiden dapat diproses.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : The Guardian
krisis fifa FIFA Gianni Infantino piala dunia