Gianni Infantino Dipaksa Putar Balik, Proposal Jual Piala Dunia Resmi Dibatalkan

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Gianni Infantino akhirnya batalkan proposal penjualan saham Piala Dunia. (Daily Mail)
Gianni Infantino akhirnya batalkan proposal penjualan saham Piala Dunia. (Daily Mail)

RADAR SURABAYA – Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial

Piala Dunia kepada investor swasta setelah mendapat penolakan besar-besaran dari berbagai konfederasi sepak bola dunia, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF.

Proposal tersebut sebelumnya menawarkan penjualan saham senilai US$4,1 miliar atau sekitar Rp73,8 triliun.

Laporan Dailymail, dalam pernyataan resminya, Infantino menjelaskan proyek FIFA Forward Enterprise bertujuan memperkuat pendanaan bagi asosiasi anggota FIFA,

khususnya negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk mengembangkan sepak bola.

"Proyek FIFA Forward Enterprise dimaksudkan menjadi fondasi untuk memperkuat asosiasi anggota FIFA dan perkembangan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan," ujar Infantino.

Ia menegaskan proyek tersebut sejak awal hanya akan dijalankan apabila memperoleh dukungan mayoritas anggota FIFA serta melalui konsultasi dengan Dewan FIFA, konfederasi, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Timnas Basket Putri Indonesia Dapat Dukungan Maksimal Jelang Asian Games 2026

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai masukan, FIFA memutuskan menghentikan proposal tersebut.

"Tujuan kami selalu menyatukan dan memajukan sepak bola. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," kata Infantino.

Ia menambahkan FIFA akan kembali berdialog dengan seluruh pihak guna mencari langkah terbaik bagi perkembangan sepak bola global.

Mayoritas Anggota FIFA Menolak

Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi Infantino. Sehari sebelumnya ia masih membela proposal tersebut dan menyebut banyak pihak telah salah memahami rencana FIFA.

Gelombang penolakan terus membesar. Setelah CONCACAF dan UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ikut menolak proposal tersebut. Federasi Sepak Bola Selandia Baru juga menyampaikan keberatan.

Menurut laporan, sebanyak 135 dari 211 asosiasi anggota FIFA, atau sekitar 64 persen, menyatakan tidak mendukung proposal tersebut sehingga peluang realisasinya praktis tertutup.

Carlos Cordeiro Mengundurkan Diri

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Dalam pernyataannya, Cordeiro menilai penjualan kepemilikan permanen atas aset paling berharga milik FIFA merupakan keputusan yang tidak masuk akal.

Menurutnya, menjual sebagian hak komersial Piala Dunia demi memperoleh US$4,2 miliar sama saja menggadaikan masa depan sepak bola tanpa alasan yang kuat.

Baca Juga: Radar Surabaya Awards 2026, Polda Jatim Raih Penghargaan Intansi Reaksi Cepat Pengungkapan Kasus Begal dan Kejahatan Jalanan

Ia juga mempertanyakan transparansi proposal tersebut, mulai dari alasan transaksi dilakukan, proses pengawasan, pihak yang diuntungkan, hingga manfaat yang akan diperoleh investor.

COO FIFA Ikut Mengkritik

Tak lama setelah pengunduran diri Cordeiro, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, juga melontarkan kritik keras.

Lamour menyebut proyek FIFA Forward Enterprise bukan merupakan kebijakan FIFA secara kelembagaan, melainkan gagasan satu orang.

Ia mengaku administrasi FIFA tidak dilibatkan secara penuh dalam penyusunan proposal tersebut dan mendesak para pemimpin sepak bola dunia mengambil keputusan demi menjaga integritas organisasi.

Didukung Investor Besar

Sebelumnya, Infantino disebut ingin membentuk perusahaan baru yang memperoleh suntikan dana dari investor yang dipimpin Joshua Kushner, sementara J.P. Morgan bertindak sebagai penasihat investasi.

Rencana itu menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Senator Amerika Serikat Ron Wyden, yang menilai langkah tersebut hanya akan mengubah Piala Dunia menjadi komoditas investasi.

Selain itu, UEFA menuding FIFA menawarkan insentif sekitar US$40 juta atau sekitar Rp719, 1 miliar kepada setiap anggota untuk memperoleh dukungan terhadap proposal tersebut sebelum tenggat 19 September.

Masa Depan Infantino Dipertanyakan

Meski proposal telah dibatalkan, tekanan terhadap Gianni Infantino belum mereda.

Sejumlah anggota FIFA dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

Bahkan, mekanisme mosi tidak percaya dapat diajukan apabila sedikitnya 46 asosiasi anggota FIFA memberikan dukungan.

Infantino sendiri masih berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA pada pemilihan tahun depan.(rak) 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Dailymail.co.uk
FFE Gianni Infantino piala dunia