RADAR SURABAYA – Penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta terus menguat.
Kali ini, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, melontarkan kritik keras dengan menyebut langkah FIFA sebagai tindakan sepihak yang mengancam fondasi sepak bola dunia.
Dalam surat resmi yang dikirim kepada 47 asosiasi anggota AFC pada Kamis (30/7), Sheikh Salman menegaskan bahwa FIFA sama sekali tidak berkonsultasi dengan
konfederasi sebelum mengumumkan proposal pembentukan anak perusahaan komersial senilai US$20 miliar atau sekitar Rp360 triliun.
Baca Juga: 55 Negara Eropa Kompak Boikot FIFA, Piala Dunia Terancam
Surat tersebut, yang diperoleh Reuters, menyebut kurangnya komunikasi dari FIFA sebagai tindakan yang "sama sekali tidak dapat diterima".
"AFC mencatat dengan keprihatinan dan kekecewaan mendalam bahwa FIFA tidak berkonsultasi dengan kami pada tingkat apa pun sebelum mengumumkan proposal ini kepada publik," tulis Sheikh Salman.
AFC Nilai FIFA Bertindak Sepihak
Menurut Sheikh Salman, AFC juga tidak menerima penjelasan mengenai aspek tata kelola, analisis keuangan, maupun kajian hukum atas proposal tersebut.
Ia menilai keputusan FIFA berpotensi merusak sistem sepak bola internasional yang selama ini dibangun berdasarkan prinsip solidaritas, transparansi, dan kerja sama antarkonfederasi.
"AFC juga belum menerima analisis tata kelola, keuangan, ataupun hukum secara terperinci mengenai proposal tersebut beserta potensi dampaknya. Hal ini sama sekali tidak dapat diterima," tegasnya.
AFC yang berkantor pusat di Kuala Lumpur merupakan salah satu dari enam konfederasi anggota FIFA dan membawahi kompetisi sepak bola di Asia, Timur Tengah, serta Australia.
Sheikh Salman menilai proposal tersebut tidak akan dapat berjalan tanpa dukungan seluruh konfederasi.
Tenggat Persetujuan Dinilai Terlalu Singkat
Dalam surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA, Presiden FIFA Gianni Infantino menawarkan dana sebesar US$40 juta atau sekitar Rp720 miliar kepada setiap asosiasi yang menyetujui proposal sebelum 19 September 2026.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Timor Leste: John Herdman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Tandang
Namun, AFC menilai tenggat waktu tersebut terlalu singkat untuk mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap masa depan sepak bola dunia.
"Keputusan dengan dampak sebesar ini tidak seharusnya dibuat secara tergesa-gesa," tulis Sheikh Salman.
Ia meminta seluruh asosiasi anggota AFC tidak mengambil keputusan sebelum proses konsultasi dan kajian bersama FIFA selesai dilakukan.
Desak Pembahasan Transparan
Sheikh Salman juga mendesak agar proposal FIFA dibahas melalui mekanisme hukum dan tata kelola organisasi yang berlaku, bukan diputuskan secara sepihak.
Menurutnya, perkembangan sepak bola dunia harus tetap didasarkan pada kepercayaan, transparansi, persatuan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Penolakan dari AFC menambah panjang daftar pihak yang mengkritik rencana FIFA. Sebelumnya, sejumlah konfederasi, pejabat sepak bola Eropa,
hingga mantan Presiden FIFA Sepp Blatter juga menyampaikan keberatan terhadap proposal pembentukan perusahaan komersial baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Al Jazeera