RADAR SURABAYA – Pelatih Como, Cesc Fabregas, memberikan dukungan penuh atas keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia.
Menurut mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu, Mancini adalah pelatih bermental juara yang telah membuktikan kualitasnya, baik di level klub maupun tim nasional.
Penunjukan Mancini diumumkan secara resmi pada Selasa (29/7), tiga tahun setelah ia meninggalkan kursi pelatih Gli Azzurri untuk menerima tawaran menangani Timnas Arab Saudi.
Keputusan FIGC ini sempat memunculkan perdebatan. Sejumlah kalangan menilai Italia seharusnya memilih pelatih baru demi membawa perubahan dan modernisasi sepak bola nasional.
Sebelumnya, FIGC juga dikabarkan mempertimbangkan nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, hingga Andrea Pirlo.
Baca Juga: UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Rp360 Triliun
Namun, Fabregas menilai kembalinya Mancini justru merupakan langkah tepat.
Fabregas: Mancini Pelatih Pemenang
Dalam konferensi pers, Fabregas mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Mancini sejak masih menangani Manchester City di Liga Inggris.
"Saya selalu menyukai Mancini. Saya mengikuti kiprahnya ketika melatih Manchester City," ujar Fabregas dikutip Football Italia.
"Saya pernah berbicara dengannya beberapa kali. Dia adalah seorang pemenang, pelatih yang tegas, dan memainkan sepak bola yang bagus. Dia membuktikannya ketika membawa Italia menjuarai Piala Eropa."
"Saya sangat senang untuknya," imbuh pelatih Como tersebut.
Pernyataan Fabregas menjadi dukungan moral yang penting bagi Mancini, mengingat penunjukannya kembali masih memunculkan pro dan kontra di kalangan publik sepak bola Italia.
Rekam Jejak Mancini Bersama Timnas Italia
Roberto Mancini merupakan pelatih yang mengakhiri penantian panjang Italia akan gelar internasional dengan mempersembahkan trofi Euro 2020, yang berlangsung pada 2021 akibat pandemi COVID-19.
Di bawah arahannya, Italia tampil impresif dengan permainan menyerang, penguasaan bola yang dominan, dan mencatat rekor panjang tanpa kekalahan sebelum akhirnya menjadi juara Eropa.
Baca Juga: 'He’s back’: Zinedine Zidane Tangani Les Bleus Prancis Hingga Empat Tahun ke Depan
Namun, perjalanan Mancini bersama Gli Azzurri juga diwarnai kegagalan besar. Italia secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah dikalahkan Makedonia Utara pada babak play-off zona Eropa.
Kegagalan tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat masa kepelatihannya mendapat banyak sorotan sebelum akhirnya ia memilih mundur pada 2023.
Prestasi Mancini di Level Klub
Terlepas dari kegagalan membawa Italia ke Piala Dunia 2022, rekam jejak Roberto Mancini di level klub tetap mengesankan.
Ia sukses mengantarkan Manchester City meraih gelar Liga Inggris musim 2011–2012, trofi liga pertama klub tersebut dalam 44 tahun, serta memenangkan Piala FA.
Sebelumnya, Mancini juga mencatat kesuksesan bersama Inter Milan dengan mempersembahkan: Tiga gelar Serie A, Empat trofi Coppa Italia, Dua gelar Piala Super Italia.
Di luar Italia, ia membawa Galatasaray menjuarai Piala Turki, serta mempersembahkan gelar liga bagi Al Sadd di Qatar.
Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknis Club Italia
Selain mengumumkan kembalinya Roberto Mancini, FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknis Club Italia.
Penunjukan Ranieri diharapkan mampu memperkuat koordinasi pembinaan pemain dan pengembangan tim nasional Italia di semua kelompok usia, sekaligus mendukung program Mancini dalam membangun kembali kejayaan Gli Azzurri.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Football Italia