'He’s back’: Zinedine Zidane Tangani Les Bleus Prancis Hingga Empat Tahun ke Depan

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 03:52 WIB
Zinedine Zidane tangani Les Bleus Prancis hingga 2030.(The Guardian/Teresa Suárez/EPA)
Zinedine Zidane tangani Les Bleus Prancis hingga 2030.(The Guardian/Teresa Suárez/EPA)

RADAR SURABAYA– Penantian panjang akhirnya berakhir. Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Prancis, Selasa (28/7).

Legenda Les Bleus itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun untuk menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya usai Piala Dunia 2026.

Pengumuman tersebut disambut meriah oleh para pendukung Timnas Prancis. Ratusan suporter memadati kawasan markas

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Paris dengan membawa bendera, menyalakan suar, dan menyanyikan yel-yel untuk menyambut 

salah satu ikon terbesar sepak bola Prancis itu. Para wartawan dan kru televisi juga mengabadikan momen ini. 

Media olahraga terkemuka Prancis, L'Équipe, bahkan memasang tajuk utama "Il revient" atau "Dia kembali", mengingatkan publik pada momen 2005 ketika Zidane memutuskan kembali membela Timnas Prancis setelah sempat pensiun dari level internasional.

Baca Juga: Ranieri dan Roberto Mancini Jadi Kandidat Terkuat Tangani Timnas Italia, Siap Gantikan Proyek Maldini yang Berakhir Dramatis

Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan, proses pendekatan terhadap Zidane sebenarnya telah dimulai sejak Februari 2025, tidak lama setelah Didier Deschamps mengumumkan rencana mundur dari kursi pelatih.

"Zinedine Zidane adalah salah satu legenda terbesar sepak bola Prancis. Dia memiliki kharisma, pengalaman, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Prancis untuk memimpin salah satu tim nasional terbaik di dunia," ujar Diallo.

Bagi Zidane, kesempatan menangani Timnas Prancis merupakan impian yang telah lama dinantikan.

Mantan pelatih Real Madrid tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menolak berbagai tawaran dari klub-klub elite Eropa dalam beberapa tahun terakhir demi menunggu kesempatan melatih Les Bleus.

"Saya menerima beberapa tawaran dari klub dalam empat hingga lima tahun terakhir, tetapi semuanya saya tolak demi Prancis. Tim nasional adalah satu-satunya pekerjaan yang saya inginkan," kata Zidane.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku emosional saat diperkenalkan kepada publik. Menurutnya, menjadi pelatih Timnas Prancis merupakan pencapaian terbesar sepanjang karier kepelatihannya.

Baca Juga: Dari Bekas Lokalisasi Jadi Kampung Kreatif, Anak-anak Gang Dolly Belajar Batik dengan Canting Daur Ulang

"Ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Saya siap menghadapi tantangan ini," ujarnya.

Siapkan Era Baru Timnas Prancis

Zidane menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir dirinya terus mengikuti perkembangan Timnas Prancis sambil mempersiapkan diri apabila suatu saat dipercaya menangani Les Bleus.

Para pendukung Prancis berkumpul di Paris untuk merayakan kepastian ditunjuknya salah satu pemain terbaik dalam sejarah Les Bleus sebagai pelatih kepala baru mereka.(Teresa Suárez/EPA.)
Para pendukung Prancis berkumpul di Paris untuk merayakan kepastian ditunjuknya salah satu pemain terbaik dalam sejarah Les Bleus sebagai pelatih kepala baru mereka.(Teresa Suárez/EPA.)

 

"Saya mengikuti Timnas Prancis bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai calon pelatih. Ini memang tantangan baru, tetapi saya tidak takut," ucapnya.

Dalam konferensi pers perdananya, Zidane belum mengungkap banyak perubahan yang akan dilakukan.

Ia juga belum memastikan apakah Kylian Mbappé akan tetap dipercaya sebagai kapten tim.

"Saya harus bertemu lebih dulu dengan para pemain. Kami memiliki skuad yang luar biasa dan kami harus mempertahankan budaya kemenangan," katanya.

Ketika ditanya mengenai filosofi bermain yang akan diterapkan, Zidane hanya memberikan jawaban singkat namun penuh makna.

"Saya dulu bermain sebagai nomor 10."

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa ia akan tetap mengedepankan sepak bola menyerang, meski menegaskan dirinya memiliki pendekatan berbeda dibanding para pendahulunya.

"Laurent Blanc adalah Laurent, Didier adalah Didier, dan Zizou adalah Zizou," ujarnya sambil tersenyum.

Target Hentikan Dominasi Spanyol

Salah satu pekerjaan terbesar Zidane adalah mengembalikan Prancis menjadi kekuatan utama dunia.

Dalam beberapa turnamen terakhir, Les Bleus selalu tersingkir oleh Spanyol pada babak semifinal.

"Saya mengenal sepak bola Spanyol dengan sangat baik karena menghabiskan 25 tahun di sana. Namun, untuk menjadi juara kami tidak hanya harus mengalahkan Spanyol, melainkan semua lawan," tegasnya.

Kontrak Zidane mulai berlaku bulan depan. Federasi Sepak Bola Prancis juga akan mengumumkan susunan staf kepelatihannya sebelum agenda FIFA Matchday pada September mendatang.

Debut Zidane sebagai pelatih Timnas Prancis dijadwalkan berlangsung saat menghadapi Turki pada 25 September 2026.

*Setelah itu, ia akan menjalani laga kandang pertamanya melawan Italia di Stade de France, pertandingan yang diperkirakan menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah sepak bola Prancis.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : The Guardian
timnas prancis zinedine zidane pelatih les bleus