RADAR SURABAYA – Jurgen Klopp langsung menyampaikan pesan tegas dalam konferensi pers pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Jerman.
Mantan pelatih Liverpool itu menegaskan siap mengembalikan kejayaan Der Panzer, tetapi tidak akan mentoleransi gangguan terhadap kehidupan keluarganya.
Klopp bahkan menyatakan bersedia mengundurkan diri tanpa meminta pesangon apabila media melampaui batas dan mengusik privasi keluarganya selama ia memimpin Timnas Jerman.
"Saya menerima pekerjaan ini meskipun melihat bagaimana Anda memperlakukan Julian Nagelsmann dan Thomas Tuchel.
Hari ketika kalian tidak menginginkan saya lagi, saya akan pergi tanpa meminta pesangon," kata Klopp dalam konferensi pers, Jumat (24/7) dikutip The Guardian.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 25 Juli 2026: Siang Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
"Namun, jika kalian tidak membiarkan keluarga saya hidup tenang, saya akan pergi. Kritiklah saya sebagai pelatih jika memang saya gagal, tetapi jangan libatkan keluarga saya."
Pelatih berusia 59 tahun itu dikontrak hingga usai Piala Dunia 2030. Meski demikian, Klopp mengisyaratkan bahwa jabatan sebagai pelatih Timnas Jerman kemungkinan menjadi pekerjaan terakhirnya di level sepak bola elite.
Ingin Kembalikan Kebanggaan Timnas Jerman
Klopp mengaku ingin membangun kembali hubungan emosional antara Timnas Jerman dan para pendukungnya.
Menurutnya, sepak bola harus mampu menghadirkan kebanggaan sekaligus menyatukan masyarakat.
"Saya ingin para pendukung pulang setelah pertandingan sambil berkata, 'Pertandingan tadi luar biasa.' Saya ingin orang-orang merasa layak menonton Jerman selama 90 menit."
Ia menambahkan bahwa pengalaman melatih Liverpool membuktikan sepak bola mampu mengubah suasana sebuah kota, bahkan sebuah negara.
"Sepak bola bisa mengubah sebuah kota. Saya yakin sepak bola juga dapat mengubah sebuah negara," ujarnya.
Baca Juga: ITS Lepas 125 Mahasiswa ke 8 Kawasan Transmigrasi, Siap Ubah Wajah Daerah Terpencil
Tugas Berat Mengembalikan Der Panzer
Klopp datang dengan beban besar setelah performa Timnas Jerman terus menurun dalam beberapa turnamen terakhir. Pada Piala Dunia 2026, Jerman tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.
Prestasi itu memperpanjang masa sulit Der Panzer yang sejak menjuarai Piala Dunia 2014 belum pernah lagi mampu menembus babak 16 besar ajang tersebut.
Penunjukan Klopp juga menandai kembalinya ia ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Liverpool pada 2024.
Selama hampir dua tahun terakhir, ia menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull sebelum akhirnya menerima tawaran dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Akui Menyesal atas Candaan tentang Nagelsmann
Dalam kesempatan yang sama, Klopp kembali meminta maaf kepada Julian Nagelsmann atas candaan yang sempat ia lontarkan saat menjadi komentator televisi selama Piala Dunia 2026.
Saat itu Klopp menyebut Nagelsmann "masih" menentukan susunan pemain, komentar yang memicu spekulasi mengenai masa depan sang pelatih.
"Itu hanya lelucon. Jika dipikirkan kembali, mungkin itu candaan terburuk yang pernah saya buat. Saya benar-benar menyesal dan sudah berkali-kali meminta maaf," ucap Klopp.
Ia berharap Nagelsmann tetap memiliki masa depan cerah sebagai pelatih dan yakin mantan pelatih Timnas Jerman itu akan kembali menangani klub besar.
Janjikan Sepak Bola Intensitas Tinggi
Klopp memastikan Timnas Jerman akan tetap mempertahankan identitasnya sebagai tim dengan permainan cepat, agresif, dan berintensitas tinggi.
"Kami tidak ingin bermain seperti Argentina, Spanyol, Inggris, atau Prancis. Kami ingin bermain dengan cara Jerman," tegasnya.
Baca Juga: Ngaku Dikriminalisasi, Mantan Jampidsus Febri Ditahan Tanpa Rompi Pink
Ia mengakui kualitas individu Jerman belum setara dengan beberapa negara unggulan, tetapi yakin timnya mampu bersaing melalui organisasi permainan dan semangat kolektif.
"Saat ini kami bukan tim terbaik dunia. Namun, kami bisa mengalahkan siapa pun jika bermain dengan sangat baik dan penuh intensitas."
Klopp juga menilai melatih tim nasional membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan melatih klub karena waktu bersama pemain jauh lebih singkat.
Meski begitu, ia berkomitmen menjaga komunikasi secara rutin dengan para pemain melalui pertemuan langsung, diskusi, dan evaluasi pertandingan.
Debut Klopp sebagai pelatih Timnas Jerman akan berlangsung pada 24 September saat menghadapi Belanda di Amsterdam dalam laga UEFA Nations League.
Ia berharap seluruh pemain menunjukkan kebanggaan luar biasa setiap kali mengenakan seragam Timnas Jerman.
"Saya ingin para pemain membuktikan, bukan sekadar mengatakan, bahwa membela Jerman adalah sesuatu yang sangat istimewa," tutup Klopp.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : The Guardian