Terungkap! Ini Alasan DFB Pilih Jurgen Klopp Jadi Pelatih Timnas Jerman usai Gagal di Piala Dunia 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB
Jurgen Klopp cocok tangani Jerman yang lagi menurun prestasinya. (Bundesliga)
Jurgen Klopp cocok tangani Jerman yang lagi menurun prestasinya. (Bundesliga)

RADAR SURABAYA – Jurgen Klopp resmi dipercaya memimpin Tim Nasional Jerman dengan target mengembalikan kejayaan Der Panzer setelah penampilan mengecewakan pada Piala Dunia 2026.

 Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menilai pengalaman, kepemimpinan, dan rekam jejak Klopp menjadikannya sosok ideal untuk membawa juara dunia empat kali itu memasuki era baru.

Klopp dikenal sebagai pelatih yang mampu mengubah tim biasa menjadi penantang gelar.

Kemampuannya membangun budaya juara telah terbukti saat menangani Mainz, Borussia Dortmund, dan Liverpool.

Karier kepelatihannya dimulai bersama Mainz ketika ia masih aktif sebagai pemain. Di bawah arahannya, Mainz berhasil promosi ke

Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Prestasi itu menjadi batu loncatan bagi Klopp menuju Borussia Dortmund.

Baca Juga: John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Ada Mitchell Baker hingga Sandy Walsh

Bersama Dortmund, Klopp menghidupkan kembali kejayaan klub dengan mempersembahkan dua gelar Bundesliga secara beruntun pada musim 2010/2011 dan 2011/2012.

Kesuksesan tersebut berlanjut di Liverpool. Ia membawa The Reds kembali menjadi kekuatan sepak bola Inggris dan Eropa, termasuk menjuarai Liga Champions UEFA 2018/2019 serta Liga Inggris 2019/2020 setelah penantian selama 30 tahun.

Kepemimpinan Klopp Jadi Modal Utama Timnas Jerman

Selain piawai menyusun strategi, Klopp dikenal memiliki kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan para pemain.

Karisma dan gaya komunikasinya membuat ia mampu membangkitkan semangat tim, sekaligus memperoleh dukungan suporter dan media.

Sejak masih bermain di Mainz, Klopp telah dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu menanamkan mental pemenang kepada rekan-rekannya.

 Karakter tersebut terus melekat sepanjang perjalanan karier kepelatihannya.

Mentalitas itu menjadi salah satu faktor penting ketika Dortmund berhasil merebut gelar Bundesliga pertama dalam sembilan tahun.

Jurgen Klopp mampu membangun kebersamaan serta rasa percaya diri yang tinggi di ruang ganti.

Baca Juga: Revitalisasi 16 Pasar Tradisional di Surabaya, Pemkot Siapkan Anggaran Rp 20 Miliar

Taktik Intensitas Tinggi Jadi Ciri Khas

Di lapangan, Klopp identik dengan permainan berintensitas tinggi, organisasi yang rapi, dan pressing agresif.

Ia juga dikenal mampu menyesuaikan strategi sesuai karakter pemain yang dimiliki.

Keberhasilannya mengembangkan pemain muda di Dortmund hingga mengubah Liverpool menjadi juara Eropa menunjukkan kemampuan Klopp membangun sistem permainan yang kompetitif di level tertinggi.

Pengalaman di Red Bull Perkaya Wawasan

Sebelum menerima jabatan sebagai pelatih Timnas Jerman, Klopp menjabat sebagai Global Head of Soccer Red Bull sejak awal 2025.

Dalam posisi tersebut, ia mengawasi pengembangan sepak bola seluruh klub yang berada di bawah jaringan Red Bull.

Pengalaman tersebut dinilai memperkaya kemampuannya dalam membangun struktur tim, pembinaan pemain, serta pengembangan talenta muda di berbagai level kompetisi.

Soroti Pembinaan Pemain Muda Jerman

Klopp sebelumnya juga beberapa kali mengkritik sistem pembinaan usia muda di Jerman.

Menurutnya, banyak pemain kehilangan kesempatan berkembang karena dinilai terlalu cepat.

"Bagi saya, proses pengembangan pemain di Jerman berhenti terlalu cepat. Kita terlalu cepat berhenti memberi kesempatan kepada pemain dan terlalu cepat menilai apakah pemain berusia 18 atau 19 tahun sudah cukup bagus. Itu adalah masalah besar," ujar Klopp.

Pandangan tersebut diyakini akan menjadi salah satu fokus pembenahan selama masa kepemimpinannya bersama Timnas Jerman.

Siap Bangkit dari Masa Sulit

Karier Klopp tidak hanya dipenuhi gelar juara. Ia juga beberapa kali menghadapi periode sulit, tetapi selalu mampu membawa timnya kembali bersaing di papan atas.

Dalam sebuah kuliah mengenai motivasi, Klopp pernah mengatakan bahwa krisis merupakan bagian dari sepak bola dan kebangkitan setelah dianggap gagal adalah kepuasan terbesar bagi seorang pelatih.

Mentalitas pantang menyerah itulah yang kini diharapkan mampu mengangkat kembali performa Timnas Jerman.

Lebih dari sekadar pergantian pelatih, penunjukan Klopp menjadi simbol dimulainya proses membangun kembali identitas permainan, kepercayaan diri, dan mental juara Der Panzer menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Bundesliga
jurgen klopp pelatih timnas jerman dfb Der Panzer