RADAR SURABAYA – Nama Rodri mungkin tidak menghiasi daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Ia juga tidak mencatat assist yang melimpah. Namun, gelandang Spanyol itu justru dinobatkan sebagai peraih Golden Ball, penghargaan bagi pemain terbaik turnamen, usai membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2026.
Keputusan FIFA memberikan Golden Ball kepada Rodri sempat memunculkan perdebatan.
Sebab, turnamen kali ini dipenuhi pemain yang tampil gemilang seperti Kylian Mbappe, Lionel Messi, Jude Bellingham, Erling Haaland, Harry Kane, hingga Ousmane Dembele.
Meski demikian, pengaruh Rodri terhadap permainan Spanyol dinilai jauh lebih besar daripada sekadar statistik individu.
Pengendali Permainan yang Sulit Diukur Statistik
Keunggulan terbesar Rodri bukan terletak pada jumlah gol maupun assist. Peran utamanya adalah mengatur tempo pertandingan,
menjaga keseimbangan tim, serta memastikan aliran bola tetap berjalan dari lini belakang hingga lini depan.
Baca Juga: Kevin Keegan Meninggal Dunia, Liverpool Kehilangan Legenda Peraih Ballon d'Or
Sepanjang Piala Dunia 2026, Rodri memang tidak mencetak gol maupun assist. Namun, ia membukukan 756 operan sukses, terbanyak dibandingkan pemain lain di turnamen tersebut.
Akurasi umpannya mencapai 93,2 persen, menunjukkan konsistensinya dalam menjaga penguasaan bola Spanyol.
Lebih dari itu, Rodri selalu mampu menempatkan diri di ruang yang tepat. Berkat kecerdasan membaca permainan, ia memutus serangan lawan bahkan sebelum peluang berbahaya tercipta.
Jadi Alasan Messi Sulit Berkembang di Final
Peran Rodri terlihat paling jelas saat final melawan Argentina. Spanyol menang tipis 1-0, sementara Lionel Messi gagal memberikan pengaruh sebesar biasanya.
Rodri mampu menutup ruang gerak Messi dengan disiplin menjaga area tengah lapangan.
Ia tidak harus melakukan banyak tekel atau intersep karena sejak awal sudah memosisikan diri di lokasi yang membuat Argentina kesulitan mengembangkan serangan.
Kemampuan membaca permainan inilah yang membuat Rodri disebut sebagai "pengendali pertandingan" dibanding sekadar gelandang bertahan.
Baca Juga: Liverpool Datangkan Alejandro Rosalen, Sosok di Balik Sukses Napoli Juara Serie A
Bangkit dari Cedera ACL
Golden Ball juga menjadi puncak kisah kebangkitan Rodri.
Pada akhir 2024, ia mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang membuatnya absen hampir sepanjang musim 2024-2025.
Ketidakhadirannya bahkan berdampak besar terhadap performa Manchester City.
Saat kembali bermain, Rodri belum langsung menemukan performa terbaik. Ia sempat kesulitan di Piala Dunia Antarklub dan hanya tampil sebagai starter dalam 17 pertandingan liga musim lalu.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sebelumnya meyakini performa terbaik Rodri baru akan muncul di Piala Dunia 2026. Prediksi tersebut akhirnya terbukti.
Filosofi Sepak Bola Spanyol
Rodri merupakan penerus tradisi gelandang pengatur permainan khas Spanyol yang sebelumnya diperankan Sergio Busquets.
Di era sepak bola modern yang semakin mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik, Rodri membuktikan bahwa kecerdasan membaca ruang, kemampuan mengatur ritme, dan pengambilan keputusan tetap menjadi faktor penentu kemenangan.
Ia tidak membutuhkan aksi spektakuler untuk menjadi pemain terbaik.
Justru kesederhanaan permainannya membuat seluruh rekan setim tampil lebih efektif.
Layak Menjadi Pemain Terbaik Dunia
Golden Ball Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa penghargaan pemain terbaik tidak selalu diberikan kepada pencetak gol terbanyak atau pemain dengan statistik paling mencolok.
Rodri memenangkan penghargaan tersebut karena mampu mengendalikan jalannya pertandingan, menjaga keseimbangan tim, dan menjadi fondasi keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia.
Penampilannya sepanjang turnamen menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya ditentukan oleh aksi individu, tetapi juga oleh pemain yang mampu membuat seluruh tim tampil lebih baik.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : The Guardian