RADAR SURABAYA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola. Legenda Liverpool, Kevin Keegan, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker yang didiagnosis sejak tahun lalu.
Liverpool FC mengumumkan kabar wafatnya mantan penyerang bernomor punggung 7 itu melalui pernyataan resmi pada Senin.
Klub menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan sahabat Keegan.
"Seluruh keluarga besar klub menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga serta orang-orang terdekat Kevin pada masa yang sangat sulit ini," tulis Liverpool.
Keegan merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Liverpool. Selama enam musim membela The Reds pada periode 1971–1977, ia tampil dalam 323 pertandingan dan mencetak 100 gol.
Baca Juga: Liverpool Datangkan Alejandro Rosalen, Sosok di Balik Sukses Napoli Juara Serie A
Didatangkan dari Scunthorpe United pada Mei 1971 saat berusia 20 tahun, Keegan langsung mencuri perhatian dengan mencetak gol pada laga debutnya melawan Nottingham Forest di Anfield.
Namanya semakin besar setelah membentuk duet mematikan bersama John Toshack. Keduanya menjadi motor kebangkitan Liverpool di bawah asuhan manajer legendaris Bill Shankly.
Pada musim 1972–1973, Keegan mencatat 22 gol dan 19 assist atau terlibat langsung dalam 41 gol.
Kontribusi tersebut mengantarkan Liverpool menjuarai Divisi Satu Inggris sekaligus meraih gelar Piala UEFA pertama dalam sejarah klub.
Performa gemilangnya berlanjut pada final Piala UEFA melawan Borussia Mönchengladbach.
Keegan mencetak dua gol dan menyumbang satu assist untuk membawa Liverpool menang dengan agregat 3-2.
Setahun kemudian, Keegan kembali menjadi pahlawan. Dua golnya ke gawang Newcastle United pada final Piala FA 1974 memastikan Liverpool mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Baca Juga: Dua Truk Terlibat Kecelakaan di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Satu Orang Jadi Korban
Musim 1975–1976 menjadi salah satu periode terbaik dalam kariernya. Keegan dinobatkan sebagai Football Writers' Association Footballer of the Year setelah membawa Liverpool meraih gelar liga dan Piala UEFA.
Meski mengumumkan akan hengkang ke Hamburg pada akhir musim 1976–1977, Keegan menutup pengabdiannya di Anfield dengan manis.
Ia mencetak 20 gol, mempersembahkan gelar liga ketiga, sekaligus membantu Liverpool menjuarai Piala Champions Eropa untuk pertama kalinya.
Dua Kali Raih Ballon d'Or
Karier Keegan tidak berhenti bersinar setelah meninggalkan Liverpool. Bersama klub Jerman, Hamburg, ia meraih penghargaan Ballon d'Or pada 1978 dan 1979, menjadikannya salah satu dari sedikit pemain Inggris yang pernah memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.
Sepanjang karier internasionalnya, Keegan membukukan 63 penampilan bersama tim nasional Inggris, mencetak 21 gol, dan dipercaya menjadi kapten dalam 31 pertandingan.
Usai gantung sepatu, Keegan melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Ia pernah menangani Newcastle United dalam dua periode, Fulham, Manchester City, hingga tim nasional Inggris.
Dalam sebuah wawancara pada 2011, Keegan mengenang besarnya arti Liverpool dalam hidupnya.
"Liverpool membentuk saya, bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai pribadi. Para pendukung membuat saya merasa menjadi sosok yang jauh lebih besar daripada diri saya sebenarnya."
Liverpool menegaskan bahwa warisan Keegan akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah klub.
Sosok yang dijuluki "Mighty Mouse" itu dikenang sebagai salah satu ikon terbesar yang pernah mengenakan seragam merah kebanggaan Anfield.
Kepergian Kevin Keegan menandai berakhirnya perjalanan salah satu legenda terbesar Liverpool dan sepak bola Inggris.
Namun, dedikasi, prestasi, dan pengaruhnya akan terus dikenang oleh generasi pendukung The Reds di seluruh dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy KurniawanSumber : Liverpoolfc.com