Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 8 Juni 2026 | 05:18 WIB
Pemain dan staf membentuk barikade menggunakan layar di sekeliling Christian Eriksen saat ia menerima perawatan medis di lapangan di Odense.(ThenGuardian/Bo Amstrup/Ritzau Scanpix Foto/AP).
Pemain dan staf membentuk barikade menggunakan layar di sekeliling Christian Eriksen saat ia menerima perawatan medis di lapangan di Odense.(ThenGuardian/Bo Amstrup/Ritzau Scanpix Foto/AP).

RADAR SURABAYA - Gelandang Denmark, Christian Eriksen, kolaps di lapangan saat pertandingan persahabatan internasional melawan Ukraina pada Minggu (7/6) waktu setempat. 

Namun, mantan pemain Manchester United dan Tottenham Hotspur itu dilaporkan dalam kondisi sadar ketika dibawa keluar lapangan oleh tim medis.

Insiden tersebut terjadi dalam laga persahabatan akhir musim yang mempertemukan dua negara yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026. 

Eriksen, yang pernah mengalami henti jantung saat pertandingan Piala Eropa 2021, segera mendapatkan penanganan medis di Stadion Odense.

Wasit kemudian memutuskan menghentikan pertandingan lebih awal.

Para pemain dari kedua tim membentuk lingkaran di sekitar Eriksen selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga: Ribbon of Hope 2026 Pecahkan Stigma, Warga Surabaya Kini Lebih Peduli Kesehatan Payudara

Setelah mendapat perawatan, ia akhirnya dapat berjalan menuju ambulans dengan bantuan petugas medis.

Federasi Sepak Bola Denmark kemudian mengonfirmasi bahwa Eriksen berada dalam kondisi sadar dan “baik-baik saja sesuai situasi yang dihadapi”. 

Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, menjelaskan bahwa sang pemain sempat kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

“Christian sempat tidak sadarkan diri, tetapi kesadarannya kembali dengan sangat cepat. Ia bahkan bisa berjalan keluar lapangan dengan kemampuannya sendiri,” ujar Boesen dikutip The Guardian

Pada insiden tahun 2021 saat menghadapi Finlandia di ajang Piala Eropa, Eriksen mengalami henti jantung dan berhasil diselamatkan melalui tindakan resusitasi yang dipimpin Boesen.

Setelah kejadian tersebut, Eriksen dipasangi implantable cardioverter defibrillator (ICD), yakni alat pemacu jantung yang dapat membantu mengembalikan ritme jantung normal setelah terjadi henti jantung.

Baca Juga: Rektor PTN Se-Indonesia Berkumpul di Unair, Bahas Strategi Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan

Perangkat tersebut memungkinkan Eriksen melanjutkan karier sepak bolanya, baik di level klub maupun tim nasional.

Menanggapi insiden terbaru ini, Boesen mengatakan bahwa alat pacu jantung yang terpasang pada Eriksen bekerja sebagaimana mestinya.

“Alat tersebut merespons sesuai fungsinya. Saat ini Christian akan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk mengetahui penyebab insiden tersebut. 

Kami terus berkomunikasi dengan dirinya dan tim dokter rumah sakit. Christian dalam kondisi baik dan meminta saya menyampaikan salam kepada seluruh pemain serta memberi tahu bahwa dirinya baik-baik saja,” kata Boesen.

Kapten Denmark, Pierre-Emile Højbjerg, mengaku langsung menyadari situasi serius ketika melihat Eriksen terjatuh.

“Saya berbalik dan melihat Christian mulai terjatuh ke lapangan. Kami sedikit memahami bagaimana reaksinya dan apa arti situasi tersebut.

Semua orang bereaksi sangat cepat dan penuh rasa hormat. Saya hanya bisa memuji keberanian mereka yang menangani Christian di lapangan.

Yang terpenting saat ini adalah Christian baik-baik saja,” ujar Højbjerg kepada stasiun televisi Denmark, TV2.

Setelah pulih dari insiden henti jantung pada 2021, Eriksen pernah mengungkapkan kepada BBC bahwa ia mengingat hampir seluruh kejadian, kecuali lima menit saat dirinya tidak sadarkan diri.

“Saya ingat lemparan ke dalam, bola mengenai lutut saya, lalu setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi.

Ketika sadar, saya melihat banyak orang berada di sekitar saya dan merasakan tekanan di dada saat mereka berusaha membantu saya bernapas kembali,” kenangnya.

“Saat itu saya tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi. Saya sempat berpikir apakah ada masalah pada kaki saya, apakah punggung saya patah, dan apakah saya masih bisa mengangkat kaki.

Saya mencoba melakukan hal-hal kecil untuk memastikan kondisi tubuh saya.”

Eriksen juga mengungkapkan bahwa baru di dalam ambulans ia mengetahui dirinya sempat kehilangan kesadaran selama sekitar lima menit.

“Saya mendengar seseorang bertanya, ‘Berapa lama dia tidak sadar?’ dan ada yang menjawab, ‘Lima menit.’ Saat itulah pertama kali saya mengetahui bahwa saya sempat ‘pergi’ selama lima menit,” tuturnya.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#kolaps #timmas denmark #christian eriksen #henti jantung