RADAR SURABAYA – Timnas Inggris mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan cuaca ekstrem menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Gelandang senior Inggris, Jordan Henderson, menegaskan pentingnya adaptasi terhadap suhu panas dan kelembapan tinggi yang diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu di turnamen tersebut.
Sebagian besar skuad Inggris telah tiba di Amerika Serikat untuk menjalani pemusatan latihan.
Tim asuhan Thomas Tuchel memilih Florida sebagai basis persiapan karena kondisi cuacanya dinilai mirip dengan sejumlah lokasi pertandingan selama turnamen berlangsung.
Pada sesi latihan perdana di West Palm Beach, suhu tercatat mencapai 32 derajat Celsius.
Baca Juga: Erick Thohir Puji Keberanian John Herdman, Pemain Muda Kembali Dapat Kesempatan di Timnas Indonesia
Kondisi tersebut menjadi bagian dari program adaptasi fisik yang dirancang tim pelatih untuk meningkatkan daya tahan pemain menghadapi cuaca panas.
Henderson mengungkapkan bahwa seluruh pemain berupaya membangun kapasitas fisik agar mampu tampil maksimal di tengah suhu tinggi.
"Kami mencoba membiasakan diri dengan kondisi seperti ini. Setiap wilayah memiliki cuaca yang berbeda, tetapi yang terpenting adalah membangun kapasitas tubuh untuk menghadapi panas dan kelembapan," ujar Henderson.
Menurutnya, dua laga uji coba melawan Selandia Baru pada 6 Juni dan Kosta Rika pada 10 Juni akan menjadi sarana penting bagi skuad Inggris untuk beradaptasi sebelum memasuki fase grup Piala Dunia.
Selain latihan di lapangan, tim pendukung Inggris juga melakukan berbagai riset terkait metode pendinginan tubuh, pemulihan fisik, hingga pengaturan pola latihan agar para pemain tetap berada dalam kondisi terbaik selama kompetisi berlangsung.
"Kami memiliki tim pendukung yang luar biasa. Mereka melakukan banyak penelitian terkait pemulihan dan cara menghadapi cuaca panas. Mudah-mudahan itu bisa menjadi keuntungan bagi kami," tambah Henderson.
Meski demikian, mantan kapten Inggris tersebut menegaskan bahwa seluruh peserta turnamen akan menghadapi tantangan yang sama sehingga fokus utama tetap pada performa di lapangan.
Mainoo Akui Cuaca Amerika Serikat Jadi Tantangan
Gelandang muda Inggris, Kobbie Mainoo, mengakui bahwa suhu dan tingkat kelembapan di Amerika Serikat sangat berbeda dibandingkan kondisi yang biasa ia alami selama berkarier di Eropa.
Baca Juga: Deal! Andoni Iraola Segera Resmi Latih Liverpool, Era Baru Anfield Dimulai
Menurut Mainoo, seluruh pemain bekerja keras untuk mempercepat proses adaptasi agar siap menghadapi laga perdana.
"Semoga saat pertandingan pertama kami sudah merasa nyaman dan terbiasa dengan kondisi di sini.
Yang penting bukan hanya menjaga tubuh tetap dingin, tetapi benar-benar menyesuaikan diri dengan panas dan kelembapan," kata Mainoo.
Ia juga mengakui bahwa pengalaman berlatih dalam cuaca seperti itu merupakan hal baru baginya.
Namun, proses persiapan yang dilakukan sejak awal diyakini akan membantu Inggris tampil optimal saat turnamen dimulai.
Inggris Hadapi Kroasia di Laga Perdana
Timnas Inggris dijadwalkan membuka perjalanan mereka di Grup L dengan menghadapi Croatia national football team pada 17 Juni di Dallas, Texas.
Setelah itu, The Three Lions akan berhadapan dengan Ghana national football team pada 23 Juni di Massachusetts sebelum menantang Panama national football team pada 27 Juni di Stadion MetLife, New Jersey.
Dengan persiapan yang difokuskan pada adaptasi cuaca dan kondisi lingkungan, Inggris berharap mampu memulai Piala Dunia 2026 dengan performa terbaik serta bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. (rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan