RADAR SURABAYA – Liverpool bergerak cepat mencari pelatih baru setelah memecat Arne Slot.
Klub raksasa Liga Inggris itu kini dikabarkan telah memasuki tahap negosiasi lanjutan dengan pelatih asal Spanyol, Andoni Iraola, yang menjadi kandidat terdepan untuk mengisi kursi manajer di Anfield.
Menurut laporan Daily Mail, Liverpool menjadikan Iraola sebagai pilihan utama setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim 2025/2026.
Direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, disebut memimpin langsung proses pembicaraan dengan mantan pelatih Bournemouth tersebut.
Iraola dinilai memiliki filosofi permainan yang sesuai dengan identitas Liverpool. Pelatih berusia 43 tahun itu dikenal menerapkan sepak bola menyerang dengan pressing
tinggi, tempo cepat, serta transisi agresif yang dianggap sejalan dengan karakter permainan yang pernah dibangun Jurgen Klopp.
Baca Juga: Tampilkan Pesona dan Karakter Perempuan Jawa Karya Perupa Hasil On The Spot di Balai Pemuda Surabaya
Liverpool berharap proses penunjukan pelatih baru dapat segera diselesaikan. Namun, manajemen klub tetap berhati-hati agar keputusan yang diambil benar-benar tepat untuk masa depan tim.
Selain Iraola, Liverpool juga sempat mempertimbangkan sejumlah nama lain, termasuk pelatih Stuttgart Sebastian Hoeness dan pelatih Lens Pierre Sage.
Meski demikian, Iraola saat ini disebut berada di posisi terdepan dalam bursa calon manajer baru The Reds.
Iraola Ingin Bawa Asisten ke Anfield
Dalam proses negosiasi tersebut, Iraola dikabarkan ingin membawa asistennya saat masih menangani Bournemouth, Tommy Elphick.
Elphick yang merupakan pendukung Liverpool bahkan disebut menolak peluang menjadi manajer Bristol City karena masa depannya diyakini akan mengikuti langkah Iraola ke Anfield.
Keputusan Liverpool mengincar Iraola tidak terlepas dari keberhasilannya bersama Bournemouth.
Di bawah kepemimpinannya, klub tersebut mampu tampil kompetitif dan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa, sebuah pencapaian yang meningkatkan reputasinya di kalangan klub elite Eropa.
Baca Juga: Soe Tjen Marching Mudik ke Surabaya, Ajak Mahasiswa Bahas Novel 'Dari Dalam Kubur'
Sebelum masuk radar Liverpool, Iraola juga sempat dikaitkan dengan AC Milan, Bayer Leverkusen, dan Crystal Palace.
Namun, kesempatan menangani Liverpool diyakini menjadi pilihan yang paling menarik bagi pelatih asal Spanyol tersebut.
Liverpool Ingin Kembali ke Gaya "Heavy Metal Football"
Salah satu alasan utama Liverpool memilih Iraola adalah keinginan klub untuk kembali memainkan sepak bola dengan intensitas tinggi.
Pada musim terakhir Arne Slot, sejumlah pihak menilai gaya bermain Liverpool menjadi lebih pragmatis dan berhati-hati dibanding era Jurgen Klopp.
Kondisi itu disebut memunculkan ketidakpuasan dari sebagian pendukung yang merindukan permainan agresif dan atraktif.
Iraola dianggap mampu menghadirkan kembali identitas tersebut melalui pendekatan taktis yang mengandalkan pressing ketat, serangan cepat, dan permainan menyerang.
Meski memiliki rekam jejak positif, tantangan besar tetap menanti Iraola apabila resmi ditunjuk.
Ia harus membuktikan bahwa filosofi yang sukses diterapkan di Bournemouth dapat bekerja di klub dengan tekanan dan ekspektasi sebesar Liverpool.
Pemecatan Arne Slot Mengejutkan Pemain
Keputusan Liverpool memecat Arne Slot disebut mengejutkan banyak pemain di dalam skuad.
Sejumlah pemain diyakini menganggap Slot masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa tim setelah melalui periode sulit.
Namun, hasil evaluasi yang dilakukan Richard Hughes bersama Michael Edwards selaku CEO Football Fenway Sports Group menghasilkan kesimpulan bahwa Liverpool membutuhkan arah baru.
Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan analisis performa tim dan data pertandingan sepanjang musim.
Para pemain tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sementara respons suporter hanya menjadi salah satu faktor pendukung.
Fenway Sports Group akhirnya menyetujui rekomendasi untuk mengakhiri kerja sama dengan Slot dan memulai pencarian pelatih baru.
Jika negosiasi berjalan lancar, Andoni Iraola berpeluang menjadi manajer kelima dalam karier kepelatihannya setelah sebelumnya menangani AEK Larnaca, Mirandes, Rayo Vallecano, dan Bournemouth.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan