Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Andoni Iraola Dinilai Sosok Tepat untuk Mengembalikan Kejayaan Liverpool

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 2 Juni 2026 | 02:15 WIB
Andoni Iraola dinilai paling tepat bangkitkan Liverpool. (The Guardian).
Andoni Iraola dinilai paling tepat bangkitkan Liverpool. (The Guardian).

RADAR SURABAYA - Keberanian. Itulah tema yang terus muncul dalam percakapan dengan orang-orang yang pernah bekerja dekat dengan Andoni Iraola.

Laporan The Guardian, menurut mereka, keberanian adalah kualitas yang membedakannya dari pelatih lain.

 Hal itu terlihat jelas dari cara tim asuhannya, Bournemouth, mampu memberi warna tersendiri di Liga Inggris.

Direktur olahraga Liverpool yang sebelumnya bekerja di Bournemouth, Richard Hughes, pernah berada dalam situasi serupa. Namun kali ini tantangannya berbeda.

Jika sebelumnya ia menunjuk Iraola untuk menggantikan Gary O'Neil di Bournemouth yang sedang berjuang bertahan di liga, kini

tugasnya adalah membawa salah satu klub terbesar di dunia kembali menemukan identitas dan kepercayaan diri yang sempat hilang.

Baca Juga: Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Ungkap Masalah Mental Pemain Timnas Indonesia U-19

Kegagalan mempertahankan gelar membuat Arne Slot harus menerima konsekuensi. Sementara itu, Bournemouth di bawah Iraola tidak pernah menyerah begitu saja. 

Meski sempat menjalani sembilan pertandingan tanpa kemenangan pada awal masa kepelatihannya, tim tersebut akhirnya mampu bangkit dan berkembang pesat.

Iraola sendiri memahami bahwa Liverpool tidak akan sebersabar Bournemouth apabila harus menunggu hingga tiga bulan untuk meraih kemenangan pertama di Liga Inggris musim depan.

"Itu perjalanan yang luar biasa," kata Iraola saat berbicara kepada para pendukung Bournemouth setelah klub tersebut berhasil lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Ia juga mengenang awal kariernya yang sulit.

"Kami tidak memulai musim dengan baik dan mungkin kalian berpikir, 'Siapa sebenarnya orang ini?'"

Kini, "orang ini" menjelma menjadi salah satu pelatih paling diminati di pasar sepak bola Eropa. Ia baru saja membawa Bournemouth mencatatkan musim terbaik dalam sejarah klub.

Baca Juga: Cerita Jemaah Haji Kloter 1 Asal Probolinggo usai Tiba di Surabaya, Ulang Tahun Dirayakan Pemerintah Arab Saudi

Pendekatan taktis Iraola telah menjadi perhatian banyak klub Liga Inggris. Selama tiga musim terakhir, ia menunjukkan kualitas kepelatihan yang luar biasa.

Bersama stafnya, Iraola berhasil mengembangkan banyak pemain melalui gaya bermain agresif dan intensitas tinggi.

Salah satu contoh terbaik adalah Antoine Semenyo, yang awalnya direkrut dari Bristol City sebagai pemain bertalenta mentah sebelum berkembang menjadi salah satu pemain penting Bournemouth.

Selain itu, Marcos Senesi dan James Hill juga mengalami perkembangan signifikan di bawah asuhannya.

Hughes mendukung penunjukan Iraola setelah menyaksikan keberhasilannya bersama Rayo Vallecano.

Saat itu, Iraola sukses membawa klub tersebut tampil impresif setelah promosi ke kompetisi tertinggi Spanyol.

"Sasaran klub bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga mengubah gaya bermain, menjadi lebih ofensif, lebih proaktif, dan bermain tanpa rasa takut," ujar Iraola mengenai proyek yang ia jalankan di Bournemouth.

Gaya Bermain Menyerang

Pelatih berusia 43 tahun itu dinilai sebagai sosok ideal untuk mengembalikan karakter permainan Liverpool yang sempat memudar dalam beberapa bulan terakhir.

Bournemouth dikenal sebagai tim yang sangat menarik untuk ditonton di bawah kepemimpinannya.

 Iraola selalu meyakini bahwa cara terbaik untuk bertahan adalah menyerang.

"Saya tidak terlalu nyaman ketika 10 pemain berada di belakang bola," ujarnya pada akhir musim pertamanya.

Salah satu contoh nyata terlihat saat Bournemouth menghadapi Fulham pada Oktober lalu. Ketika tertinggal 0-1 hingga menit ke-78,

 Iraola justru menarik pemain bertahan Marcos Senesi dan gelandang bertahan Tyler Adams, lalu memasukkan pemain yang lebih menyerang.

Hasilnya, Bournemouth segera menyamakan kedudukan dan akhirnya menang 3-1.

Keberanian serupa juga terlihat dalam berbagai pertandingan lainnya. Pada musim pertamanya,

Bournemouth berhasil menang 4-3 atas Luton Town meski sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama. 

Musim berikutnya, mereka mencetak tiga gol setelah menit ke-86 untuk membalikkan keadaan dan mengalahkan Everton 3-2.

Seorang staf senior Bournemouth menggambarkan filosofi Iraola sebagai berikut:

"Andoni ingin memenangkan setiap pertandingan. Itulah yang membentuk identitas tim.

Ia hampir selalu memasukkan seluruh pemain menyerang yang tersedia dengan cukup waktu agar mereka bisa memengaruhi jalannya pertandingan. 

Ia menginginkan energi segar untuk menjaga tempo permainan tetap tinggi. Anda tidak bisa mengatakan bahwa ia tidak berusaha meraih kemenangan di setiap laga."

Siap Menghadapi Perubahan di Liverpool

Kemenangan dramatis Bournemouth atas Liverpool pada Januari lalu menjadi salah satu bukti perkembangan tim Iraola.

Dalam laga yang berakhir 3-2 tersebut, ia mengakui bahwa timnya mulai memahami kapan harus menyerang habis-habisan dan kapan harus mengelola permainan dengan lebih cerdas.

Keberhasilan Bournemouth menjalani putaran kedua kompetisi tanpa kekalahan melawan tim-tim yang sebelumnya mereka hadapi semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik di Liga Inggris saat ini.

Musim panas yang diprediksi penuh perubahan di Anfield tampaknya tidak akan menjadi masalah besar bagi Iraola.

Sepanjang kariernya, ia telah terbukti mampu beradaptasi meski kehilangan banyak pemain penting.

Bournemouth bahkan tetap kompetitif setelah menjual Semenyo ke Manchester City pada Januari lalu.

Sebelumnya, mereka juga melepas Illia Zabarnyi ke Paris Saint-Germain, Dean Huijsen ke Real Madrid, serta Milos Kerkez ke Liverpool.

Pada akhir musim pertama Iraola, Dominic Solanke juga dijual dengan nilai transfer yang saat itu menjadi rekor klub.

Kini, sejumlah pemain muda seperti Alex Scott, Eli Junior Kroupi, dan Rayan berkembang pesat di bawah arahannya.

Meski dikenal ramah dan mudah bergaul, Iraola juga merupakan sosok yang cerdas, tegas, dan menuntut standar tinggi dari para pemainnya.

Sebagai pemain, ia menghabiskan 16 tahun di Athletic Bilbao sebelum menutup karier bersama New York City FC, satu tim dengan Frank Lampard dan Andrea Pirlo.

Kini, setelah sukses membangun reputasi sebagai pelatih inovatif dan berani, langkah berikutnya bersama Liverpool diyakini akan menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Eropa musim depan.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#liverpool #pelatih baru #bournemouth #The Reds #Andoni Iraola