Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengganti Arne Slot Dapat Warisan Berat, Liverpool Terancam Krisis di Semua Lini

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 1 Juni 2026 | 12:47 WIB
Syal-syal Liverpool yang menampilkan wajah Mohamed Salah, Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitiké, yang masing-masing menyisakan persoalan bagi sosok yang akan menggantikan posisi tersebut. (The Guardian)Matt McNulty/Getty Images).
Syal-syal Liverpool yang menampilkan wajah Mohamed Salah, Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitiké, yang masing-masing menyisakan persoalan bagi sosok yang akan menggantikan posisi tersebut. (The Guardian)Matt McNulty/Getty Images).

RADAR SURABAYA- Setelah pemecatan Arne Slot, Liverpool kini menghadapi sejumlah persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan oleh pelatih baru. 

Mungkin cara Mohamed Salah menyampaikan pendapatnya sebelum meninggalkan Anfield tidak selalu tepat, tetapi ia benar ketika mengatakan bahwa Liverpool perlu mendefinisikan ulang gaya bermain mereka.

Sepanjang musim lalu, permainan Liverpool di bawah Arne Slot terasa terlalu datar. The Reds gagal mendominasi lawan dan sering kali kalah dalam pertarungan di lini tengah. 

Pelatih baru nantinya harus mampu menunjukkan visi permainan yang jelas dan menerapkan gaya menyerang yang sesuai dengan kualitas pemain yang dimiliki.

Anfield tidak ingin melihat tim bermain terlalu defensif. Para pendukung menginginkan tim yang tampil penuh percaya diri dan agresif.

Pada bulan-bulan terakhir masa kepelatihan Slot, hubungan antara pelatih dan suporter mulai renggang.

Selain tidak memiliki karisma seperti Jurgen Klopp, Slot juga gagal menghadirkan hasil yang memuaskan dan gaya bermain yang menarik.

Baca Juga: Luis Suarez Dicoret dari Skuad Uruguay untuk Piala Dunia 2026, Darwin Nunez Tetap Dipercaya Bielsa

Penggantinya harus mampu membangun kembali hubungan kuat antara tribun dan lapangan melalui sepak bola yang atraktif.

Wirtz dan Isak Menjadi Kunci Masa Depan

Liverpool menghabiskan banyak dana pada musim panas lalu untuk membangun skuad masa depan. Namun, hanya Hugo Ekitike yang tampil cukup menonjol.

Dua rekrutan termahal, Florian Wirtz dan Alexander Isak, justru gagal memberikan dampak signifikan.

Isak masih bisa beralasan karena berbagai masalah cedera, termasuk patah tulang kaki.

Sementara itu, musim perdana Wirtz di Inggris berjalan sulit. Ia tidak pernah benar-benar nyaman bermain sebagai gelandang serang nomor 10.

Secara fisik, pemain asal Jerman itu kesulitan menghadapi kerasnya Premier League. Mengeluarkan potensi terbaik Wirtz harus menjadi prioritas utama.

 Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk membongkar pertahanan lawan dan membantu Liverpool mengontrol pertandingan, tetapi saat ini membutuhkan kepercayaan diri yang lebih besar.

Lini Tengah Kehilangan Kekuatan Fisik

Masalah Liverpool di lini tengah tidak hanya berkaitan dengan Wirtz. Klub juga kekurangan gelandang bertahan murni yang memiliki kekuatan fisik.

Baca Juga: Begini Siasat Terdakwa Pasutri Jual Makanan dan Minuman Kadaluwarsa di Surabaya dan Sidoarjo

Ryan Gravenberch sempat dipercaya mengisi peran tersebut oleh Slot. Strategi itu berjalan baik ketika Liverpool mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak efektif saat menghadapi tim yang lebih agresif.

Hampir semua tim papan atas memiliki pemain yang mampu memutus serangan lawan. Liverpool justru kekurangan sosok seperti itu.

Sejak kepergian Georginio Wijnaldum dan Fabinho, Liverpool belum lagi memiliki gelandang yang mampu mendominasi lawan secara fisik.

Dalam sepak bola modern yang semakin menuntut kekuatan dan intensitas tinggi, kekurangan ini harus segera diperbaiki.

Di sisi lain, Dominik Szoboszlai dinilai terlalu sering dimainkan di berbagai posisi. Padahal, ia berpotensi menjadi salah satu gelandang tengah terbaik dunia jika diberi peran yang jelas.

Liverpool Membutuhkan Pemimpin Baru

Beberapa pemain senior yang akan meninggalkan Anfield membawa warisan besar berkat berbagai trofi yang mereka persembahkan.

Pengaruh Mohamed Salah dan Andy Robertson memang mulai menurun di lapangan, tetapi pengalaman dan mental juara mereka akan sangat dirindukan di ruang ganti.

Kepergian Ibrahima Konaté juga menjadi masalah yang sebelumnya tidak sepenuhnya diperkirakan klub.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Alisson Becker, yang dalam beberapa tahun terakhir sering mengalami cedera.

Liverpool mungkin perlu memulai era baru dengan Virgil van Dijk sebagai pemimpin transisi.

Meski terdapat beberapa kandidat internal yang dapat mengambil tanggung jawab lebih besar,

Liverpool kemungkinan perlu mengubah strategi transfer dengan merekrut pemain berpengalaman berusia akhir 20-an yang sudah terbiasa tampil di Liga Champions.

Baca Juga: Bursa Transfer: Arsenal Ngebet Rekrut Morgan Rogers, Arteta Minta Manajemen Bergerak Cepat

Masalah di Lini Belakang

Kepergian Konate memang akan sedikit terobati dengan kedatangan Jeremy Jacquet. Namun, Liverpool tetap membutuhkan tambahan bek tengah.

Usia Van Dijk yang terus bertambah membuat klub harus segera mencari pasangan jangka panjang di jantung pertahanan.

 Bek Nottingham Forest, Murillo, disebut sebagai kandidat ideal karena menawarkan agresivitas dan keseimbangan.

Di sektor kiri, Milos Kerkez masih membutuhkan persaingan yang sehat. Jika Andoni Iraola benar-benar menjadi pelatih baru Liverpool, reuni keduanya diyakini bisa membantu mengeluarkan potensi terbaik bek asal Hungaria tersebut.

Sementara di sisi kanan, Liverpool memerlukan stabilitas setelah kesulitan mencari pengganti Trent Alexander-Arnold. Conor Bradley dan Jeremie Frimpong memiliki kualitas yang dibutuhkan, tetapi keduanya kerap terganggu cedera.

Apabila mampu menjaga kebugaran, mereka bisa menjadi solusi jangka panjang.

Mengganti Salah dan Menambah Kecepatan di Sayap

Slot sempat mengatakan bahwa kedatangan winger baru akan mengubah wajah Liverpool musim depan. Namun, ia tidak akan menjadi sosok yang menikmati hasilnya.

Kepergian Mohamed Salah dan kemungkinan hengkangnya Federico Chiesa membuka ruang besar di sektor sayap.

Rio Ngumoha sempat menunjukkan kilasan bakat menjanjikan dengan kecepatan dan kemampuan melewati lawan.

Sementara itu, Jeremie Frimpong lebih sering dimainkan sebagai winger dibanding bek kanan karena memiliki atribut kecepatan yang diinginkan.

Namun, Liverpool gagal menggantikan kreativitas dan keberanian yang sebelumnya dimiliki Luis Diaz. Cody Gakpo juga belum pernah terlihat sebagai winger alami.

Karena itu, mendatangkan pemain sayap baru menjadi kebutuhan mendesak. Beberapa nama yang dianggap cocok adalah Yan Diomande dari RB Leipzig, Yankuba Minteh dari Brighton, dan Nico Williams dari Athletic Club.

Kehadiran mereka diyakini dapat memberikan daya ledak yang selama ini hilang dari permainan Liverpool serta kembali membuat suporter bersemangat di Anfield.

Pelatih baru Liverpool tidak hanya dituntut memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga membangun kembali identitas permainan klub. 

Regenerasi skuad, penguatan lini tengah, pembenahan pertahanan, serta mencari pengganti sepadan bagi Mohamed Salah menjadi pekerjaan besar yang harus segera

diselesaikan jika Liverpool ingin kembali bersaing memperebutkan gelar Premier League dan Liga Champions.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Liga Champions #mohamed salah #liverpool #pelatih baru