Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSG Juara Liga Champions 2026 Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti Dramatis

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 31 Mei 2026 | 02:24 WIB
Pemain PSG rayakan kemenangan usai Gabriel Magelhaes gagal cetak gol. (Dailymail)
Pemain PSG rayakan kemenangan usai Gabriel Magelhaes gagal cetak gol. (Dailymail)

RADAR SURABAYA- Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mewujudkan mimpi besar mereka dengan menjuarai Liga Champions 2026.

 Klub asal Prancis tersebut mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria, Minggu (31/5) dini hari WIB.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Paris Saint-Germain yang selama bertahun-tahun berusaha menaklukkan kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.

Arsenal Unggul Cepat Lewat Kai Havertz

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Arsenal langsung mengejutkan PSG dengan gol cepat yang dicetak Kai Havertz pada menit keenam.

Baca Juga: Liverpool Pecat Arne Slot! Alasan Sebenarnya Terungkap, FSG Ternyata Sepakat dengan Salah

Berawal dari kemelut di lini pertahanan PSG, bola liar berhasil dimanfaatkan Havertz yang bergerak cepat menuju kotak penalti.

Dari sudut sempit, pemain asal Jerman itu melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Matvei Safonov.

Gol tersebut membuat Arsenal tampil lebih percaya diri dan mampu mengimbangi permainan PSG sepanjang babak pertama.

Penalti Dembele Selamatkan PSG

Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan.

Usaha mereka membuahkan hasil ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.

Wasit Daniel Siebert tanpa ragu menunjuk titik putih. Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Dembele mengirim bola ke sisi kiri gawang, sementara David Raya bergerak ke arah yang berlawanan. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.

Setelah gol penyama itu, kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Start Posisi 13 Moto3 Italia 2026, Siap Berburu Poin di Mugello

Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Drama Extra Time dan Kontroversi Penalti

Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Arsenal mencoba menambah energi dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze, sedangkan PSG menurunkan Warren Zaire-Emery.

Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh di area penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes.

Para pemain Arsenal dan pelatih Mikel Arteta sempat melancarkan protes keras kepada wasit karena menganggap terjadi pelanggaran.

 Namun Daniel Siebert memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan tidak memberikan penalti.

Meski Arsenal tampil lebih agresif pada babak kedua extra time, rapatnya pertahanan PSG membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.

PSG Menang 4-3 dalam Adu Penalti

Babak adu penalti menjadi penentu juara Liga Champions 2026.

Goncalo Ramos sukses membuka keunggulan PSG sebelum Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal.

Desire Doue kemudian mencetak gol untuk PSG, sementara Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melebar dari sasaran.

Arsenal sempat menyamakan skor melalui Declan Rice setelah David Raya menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.

Adu penalti berlangsung ketat hingga penendang kelima. Lucas Beraldo berhasil mencetak gol untuk PSG.

Baca Juga: PPKHI Jatim Prioritaskan Pendampingan Hukum Gratis bagi Korban Pinjol

Sebaliknya penendang terakhir Arsenal, Gabriel Magalhaes gagal menaklukkan Safonov setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Kegagalan Gabriel memastikan kemenangan PSG 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengantarkan Les Parisiens meraih gelar Liga Champions 2026.

PSG Ukir Sejarah di Eropa

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Paris Saint-Germain. PSG akhirnya mampu mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kedua kalinya berturut-turut. 

Di bawah arahan Luis Enrique, PSG menunjukkan mental juara sepanjang musim dan menutup perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis atas Arsenal di partai puncak.

Trofi Liga Champions 2026 sekaligus menegaskan status PSG sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.

Bagi pelatih Luis Enrique, dia mengikuti jejak Zinedina Zidane (Real Madrid) yang mmpu mempertahankan gelar trofi Liga Champions secara beruntun. (rak)) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Arsenal #mikel arteta #Liga Champions #psg #luis enrique