Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liverpool Pecat Arne Slot! Alasan Sebenarnya Terungkap, FSG Ternyata Sepakat dengan Salah

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 31 Mei 2026 | 01:58 WIB
Sebelum mengakhiri kontrak, Mohamed Salah mengkritik gaya main Arne Slot. (The Guardian)
Sebelum mengakhiri kontrak, Mohamed Salah mengkritik gaya main Arne Slot. (The Guardian)

FSG Sepakat dengan Salah, Liverpool Pecat Arne Slot Demi Kembalikan Identitas Permainan dan Dukungan Fans

RADAR SURABAYA – Keputusan Liverpool memecat mantan pelatih kepala Arne Slot mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, pelatih asal Belanda itu baru membawa The Reds meraih gelar Liga Inggris ke-20 pada musim 2024/2025.

Namun, di balik keputusan kontroversial tersebut, manajemen Liverpool disebut memiliki alasan yang lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.

Hilangnya identitas permainan dan menurunnya hubungan dengan suporter menjadi faktor utama yang mendorong klub mengakhiri kerja sama dengan Slot.

Dalam analisis yang diterbitkan The Guardian, pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), dinilai sejalan dengan pandangan mantan bintang klub, Mohamed Salah, yang

sebelumnya menyerukan kembalinya gaya permainan agresif dan menghibur ala "heavy-metal football" yang identik dengan era Jurgen Klopp.

Baca Juga: Liverpool Resmi Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti di Anfield

Kehilangan Dukungan Suporter

Meski berhasil mempersembahkan gelar liga pada musim pertamanya, Slot gagal mempertahankan performa Liverpool pada musim berikutnya.

The Reds menutup musim dengan 20 kekalahan di seluruh kompetisi dan mencatatkan jumlah poin terendah dalam satu dekade terakhir.

Penurunan performa tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan suporter. Sorakan dan kritik mulai terdengar di Anfield, terutama setelah hasil-hasil buruk yang terus berulang sepanjang musim.

Manajemen Liverpool diyakini khawatir situasi itu akan semakin memburuk apabila Slot tetap dipertahankan.

 Pengalaman saat mempertahankan Brendan Rodgers pada 2015 menjadi pelajaran penting bagi klub.

Saat itu, Liverpool memilih mempertahankan Rodgers meski dukungan suporter mulai menurun.

 Namun, keputusan tersebut berujung pada pemecatan sang pelatih hanya beberapa bulan setelah musim baru dimulai.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Start Posisi 13 Moto3 Italia 2026, Siap Berburu Poin di Mugello

Performa Tim Jadi Sorotan

Sepanjang musim 2025/2026, Liverpool mengalami sejumlah masalah yang sulit diatasi.

Tim kerap kesulitan menghadapi situasi bola mati, mudah kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir, serta sering mengalami penurunan performa saat pertandingan berlangsung.

Selain itu, gaya bermain yang diterapkan Slot dianggap kurang menarik bagi sebagian pendukung.

Liverpool dinilai kehilangan intensitas, agresivitas, dan karakter menyerang yang selama bertahun-tahun menjadi identitas klub.

Kapten tim, Virgil van Dijk, bahkan sempat mengungkapkan kekecewaannya setelah kekalahan telak dari Manchester City di Piala FA.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai gambaran menurunnya mentalitas tim sepanjang musim.

Slot Tidak Sepenuhnya Bersalah

Meski menjadi pihak yang harus menanggung konsekuensi, banyak pengamat menilai Slot bukan satu-satunya penyebab kemunduran Liverpool.

Musim ini diwarnai berbagai kendala besar, termasuk dampak emosional akibat meninggalnya Diogo Jota serta badai cedera yang mengganggu stabilitas tim.

Di sisi lain, performa Salah juga mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi produktivitas dan efektivitas permainan Liverpool secara keseluruhan.

Kebijakan Transfer Dipertanyakan

Sorotan juga mengarah pada strategi transfer Liverpool yang dipimpin CEO sepak bola Michael Edwards dan direktur olahraga Richard Hughes.

Liverpool menghabiskan hampir 450 juta poundsterling untuk mendatangkan sejumlah pemain seperti Jeremie Frimpong, Alexander Isak, Florian Wirtz, Milos Kerkez, dan Giorgi Mamardashvili.

Baca Juga: Senja Budaya 2026 di Tugu Pahlawan: Generasi Muda Diajak Merayakan Tradisi dengan Cara Kekinian

Namun, investasi besar tersebut dinilai gagal menciptakan skuad yang seimbang. Beberapa pemain kesulitan beradaptasi, sementara kebutuhan di sejumlah posisi penting justru belum terpenuhi secara optimal.

Kondisi itu membuat Slot harus bekerja dengan komposisi tim yang dianggap kurang ideal sepanjang musim.

Iraola Menguat sebagai Pengganti

Setelah memutuskan berpisah dengan Slot, Liverpool kini bergerak mencari pelatih baru untuk memimpin proyek berikutnya.

Nama Andoni Iraola disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih di Anfield. Pelatih asal Spanyol tersebut dinilai memiliki filosofi permainan menyerang yang sesuai dengan identitas Liverpool.

Bagi Liverpool, pergantian pelatih kali ini bukan hanya soal memperbaiki hasil di lapangan.

Lebih dari itu, klub ingin mengembalikan identitas permainan yang selama ini menjadi kebanggaan suporter dan membangun kembali hubungan yang mulai renggang antara tim dan publik Anfield.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Fenway Sports Group (FSG) #mohamed salah #arne slot #liverpool #FSG