RADAR SURABAYA - Paris Saint-Germain (PSG) dinilai memiliki keuntungan besar dibanding Arsenal menjelang final Liga Champions di Budapest, Sabtu (30/5) malam WIB.
Laporan Tha Guardian, pelatih PSG, Luis Enrique, dianggap berhasil menjaga kebugaran pemainnya sepanjang musim dengan rotasi skuad yang efektif, sementara Arsenal lebih banyak mengandalkan pemain inti mereka di berbagai kompetisi domestik.
Sekilas, jumlah pertandingan kedua tim musim ini terlihat hampir seimbang.
Final Liga Champions nanti akan menjadi laga ke-63 Arsenal musim ini dan laga ke-56 bagi PSG.
Namun, PSG juga menjalani tujuh pertandingan tambahan di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, sehingga total keduanya sama-sama memainkan 62 pertandingan sejak Juni tahun lalu.
Meski demikian, situasinya berbeda jika dilihat lebih mendalam. Arsenal memiliki waktu istirahat penuh pada musim panas,
sedangkan PSG harus tampil di Amerika Serikat dalam cuaca panas ekstrem dan hanya memiliki jeda 14 hari setelah menjuarai Liga Champions melawan Inter Milan.
PSG juga nyaris tidak memiliki waktu pemulihan sebelum musim baru dimulai.
Mereka langsung memainkan Piala Super melawan Tottenham dan beberapa hari kemudian memulai kampanye Ligue 1.
Format baru Piala Dunia Antarklub yang diperluas dinilai membuat klub peserta harus menjalani musim yang jauh lebih berat.
Namun, sejak musim 2025/2026 berjalan, PSG justru mampu mengelola kondisi fisik pemain dengan lebih baik dibanding Arsenal.
Klub asal Prancis itu kerap melakukan rotasi besar di Ligue 1 sehingga pemain-pemain kunci tetap segar untuk laga penting di Liga Champions.
Saat menghadapi Nantes pada awal musim domestik, misalnya, PSG hanya menurunkan dua pemain yang menjadi starter di final Liga Champions beberapa bulan sebelumnya.
Nama-nama seperti Nuno Mendes, Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia baru dimainkan dari bangku cadangan.
Luis Enrique secara konsisten mengistirahatkan pemain inti di Ligue 1. Hasilnya, banyak bintang PSG yang bermain minim di liga domestik musim ini.
Baca Juga: Gawat! El Nino 2027 Berpotensi Picu Rekor Suhu Baru Dunia
Peraih Ballon d’Or Ousmane Dembele hanya menjadi starter dalam 11 dari 34 pertandingan Ligue 1.
Joao Neves, Nuno Mendes, dan Fabian Ruiz masing-masing hanya mencatat 13 starter, sementara Hakimi dan Doue bermain sejak awal sebanyak 16 kali.
Sebaliknya, Arsenal harus bekerja keras di Premier League, Piala FA, dan Piala Liga. Tim asuhan Mikel Arteta menjadi klub dengan jumlah pertandingan terbanyak di lima liga top Eropa musim ini.
Arteta juga dikenal jarang melakukan rotasi terhadap pemain andalannya.
Kiper David Raya bermain di hampir seluruh pertandingan Premier League hingga Arsenal memastikan gelar juara.
Declan Rice dan Martin Zubimendi nyaris tak tergantikan di lini tengah, sedangkan duet bek Gabriel Magalhaes dan William Saliba terus dimainkan ketika fit.
Lima pemain Arsenal bahkan mencatat minimal 30 starter di Premier League musim ini. Sebagai perbandingan, tidak ada satu pun pemain PSG yang menjadi starter lebih dari 27 kali di Ligue 1.
Baca Juga: Pendapatan Negara di Jawa Timur Tembus Rp86,85 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 7,14 Persen
Dalam seluruh kompetisi, sejumlah pemain Arsenal juga sudah melampaui 4.000 menit bermain musim ini. Di kubu PSG, hanya Warren Zaire-Emery yang menembus angka tersebut.
Secara keseluruhan, dari 12 pemain kedua tim yang sudah bermain lebih dari 3.000 menit musim ini, sembilan di antaranya berasal dari Arsenal.
Kondisi itu membuat PSG dianggap memiliki keuntungan fisik yang bisa menjadi faktor penentu di final Liga Champions.
Dengan intensitas permainan tinggi yang diterapkan kedua pelatih, kebugaran diyakini akan sangat menentukan, terutama jika pertandingan harus berlangsung hingga perpanjangan waktu 120 menit.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan