De Zerbi Tegaskan Loyalitas, Tottenham Berjuang Hindari Degradasi
RADAR SURABAYA – Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan bersama klub meski Spurs berada di ambang degradasi dari Premier League musim 2025/2026.
Tottenham akan menjalani laga hidup-mati melawan Everton pada pekan terakhir kompetisi.
Hasil imbang diyakini cukup untuk menyelamatkan Spurs karena mereka unggul selisih gol atas West Ham United.
Situasi ini menjadi tekanan besar bagi Tottenham. Kekalahan 1-2 dari Chelsea pada pertengahan pekan membuat peluang mereka bertahan harus ditentukan hingga laga terakhir.
Baca Juga: Manchester City vs Aston Villa: Duel Emosional Penutup Era Pep Guardiola
Sepanjang musim ini, Tottenham tampil buruk di kandang sendiri. Mereka sudah menelan 10 kekalahan di Stadion Tottenham Hotspur dan belum pernah meraih kemenangan kandang sejak awal Desember.
De Zerbi membantah anggapan bahwa para pemainnya kehilangan semangat juang di tengah tekanan degradasi.
“Mereka bukan tidak peduli. Mungkin mereka terlalu menderita dan tidak tahu bagaimana keluar dari situasi ini.
Satu-satunya cara adalah menjadi lebih kuat daripada tekanan dan hal-hal negatif di sekitar,” ujar De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa seluruh pemain sedang berjuang demi masa depan mereka bersama Tottenham.
“Semua dari kami bermain untuk masa depan Tottenham,” katanya.
Untuk meningkatkan fokus tim, De Zerbi memutuskan skuad Tottenham menginap bersama sebelum pertandingan melawan Everton.
Baca Juga: Curiga Bukti Sabu Adalah Garam, JPU Hadirkan Saksi Labfor di PN Surabaya
Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif sekaligus membantu pemain mengendalikan tekanan.
“Saya ingin kepala mereka tetap dingin. Rahasia menghadapi tekanan adalah mampu mengelolanya dengan baik,” tutur mantan pelatih Brighton & Hove Albion tersebut.
De Zerbi baru menangani Tottenham pada akhir Maret 2026 setelah menggantikan pelatih interim Igor Tudor.
Saat diperkenalkan, ia langsung menyatakan siap bertahan meski Spurs terdegradasi, dan sikap itu masih tetap sama hingga kini.
“Menjadi pelatih Tottenham tetap sebuah kehormatan, bahkan jika kami harus berjuang menghindari degradasi,” ucapnya.
Laga kontra Everton dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi Tottenham dalam beberapa dekade terakhir. Jika gagal bertahan, Spurs akan mengalami degradasi pertama sejak 1977.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan