Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Southampton Terancam Digugat Pemain Sendiri Usai Dicoret dari Final Playoff Championship

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:22 WIB
Southampton terancam digugat pemainnya sendiri. (BBC)
Southampton terancam digugat pemainnya sendiri. (BBC)

RADAR SURABAYA - Klub Southampton menghadapi krisis besar setelah dicoret dari final playoff Championship 2026 akibat skandal mata-mata latihan lawan. 

Situasi tersebut kini berpotensi memicu gugatan hukum dari para pemain yang merasa kehilangan peluang promosi ke Premier League dan bonus finansial bernilai besar.

Keputusan kontroversial itu diumumkan English Football League (EFL) setelah Southampton terbukti melakukan perekaman ilegal terhadap sesi latihan Middlesbrough serta dua klub lain di kasta kedua Liga Inggris.

Akibat sanksi tersebut, Middlesbrough yang sebelumnya kalah di semifinal dipulihkan posisinya dan akan menghadapi Hull City pada final playoff Championship di Wembley akhir pekan ini.

Pemain Southampton Marah Besar

Laporan dari Inggris menyebut suasana ruang ganti Southampton memanas. Para pemain dikabarkan marah kepada manajemen klub

karena kehilangan kesempatan promosi ke Premier League yang berpotensi meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan.

Baca Juga: Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 Tawarkan Pragmatisme Magis ala 1994

Sejumlah pemain bahkan mempertimbangkan langkah hukum dan konsultasi dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA).

 Mereka menilai pencoretan dari final membuat peluang memperoleh kenaikan gaji, bonus promosi, hingga kontrak baru ikut hilang.

Tekanan juga semakin besar bagi pelatih Tonda Eckert dan jajaran direksi klub yang kini harus menghadapi kemungkinan konflik internal.

Southampton Akui Langgar Regulasi EFL

Southampton mengakui telah melanggar regulasi EFL terkait aktivitas mata-mata terhadap Middlesbrough sebelum semifinal playoff.

Klub juga mengaku melakukan pelanggaran serupa terhadap Oxford United pada Desember dan Ipswich Town pada April lalu.

Meski demikian, Southampton tetap mengajukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin Independen EFL.

Klub berjuluk The Saints itu menganggap sanksi pengusiran dari playoff terlalu berat dan optimistis keputusan tersebut dapat dibatalkan dalam sidang banding yang berlangsung Rabu waktu setempat.

Baca Juga: Paman Aniaya Ponakan di Dupak Surabaya Berakhir Damai

Jika banding diterima, final playoff Championship kemungkinan harus dijadwal ulang pada pekan depan.

Ancaman Sanksi Tambahan dari FA

Kasus ini belum selesai bagi Southampton. Setelah proses banding rampung, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) diperkirakan akan mengajukan dakwaan individual kepada Eckert, analis tim William Salt, dan staf lain yang terlibat dalam operasi mata-mata tersebut.

Kasus Southampton mengingatkan publik pada skandal yang menimpa mantan pelatih timnas putri Kanada, Bev Priestman, pada Olimpiade Paris 2024.

Priestman dan stafnya dihukum larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan setelah terbukti menggunakan drone untuk memata-matai latihan lawan.

Middlesbrough Sambut Positif Keputusan EFL

Middlesbrough menyambut baik keputusan EFL yang dianggap menjadi pesan tegas soal integritas sepak bola.

Tim asuhan Kim Hellberg kini fokus mempersiapkan diri menuju final melawan Hull City di Wembley.

Meski waktu persiapan singkat, Middlesbrough tetap optimistis bisa memanfaatkan momentum untuk merebut tiket promosi ke Premier League.

Sementara itu, suporter Southampton yang sudah membeli tiket final Wembley dipastikan menerima pengembalian dana penuh.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#playoff championship 2026 #EFL #hull city #Southampton #Middlesbrough