Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 Tawarkan Pragmatisme Magis ala 1994

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 20 Mei 2026 | 05:46 WIB
Pengalaman Neymar Junior masih dibutuhkan timnas Brasil di Piala Dunia 2026.(The Guardian)
Pengalaman Neymar Junior masih dibutuhkan timnas Brasil di Piala Dunia 2026.(The Guardian)

RADAR SURABAYA- Pada masa kejayaan sepak bola menyerang, Brasil hampir tak pernah kesulitan menemukan keseimbangan di lini pertahanan. 

Kejeniusan individu di lini depan hanya bisa bersinar jika ada pemain lain yang bekerja keras menjaga stabilitas tim. 

Untuk setiap Ronaldinho, selalu ada sosok seperti Roque Júnior.

Timnas Brasil datang ke FIFA World Cup 2026 dengan kombinasi menarik antara kreativitas lini depan dan kekuatan kolektif ala era 1994.

Pelatih Carlo Ancelotti diyakini tengah membangun tim yang tidak hanya mengandalkan hiburan, tetapi juga keseimbangan permainan demi memburu gelar dunia keenam.

Generasi Brasil saat ini pun tidak kekurangan pemain hiburan. Dari 26 pemain yang dipanggil pelatih Carlo Ancelotti untuk Piala Dunia 2026, sembilan di antaranya merupakan penyerang.

Baca Juga: Arsenal Juara Liga Inggris 2026, Akhiri Penantian Gelar 22 Tahun

Jumlah itu tergolong besar, sementara sembilan pemain bertahan harus siap bekerja ekstra ketika penguasaan bola hilang.

Perluasan jumlah skuad Piala Dunia dari 23 menjadi 26 pemain membuat tim lebih mudah membawa spesialis tertentu.

Jalur itulah yang membuat Neymar kembali masuk skuad Piala Dunia untuk keempat kalinya.

Situasinya mirip dengan James Rodríguez di Kolombia, yakni pemain generasional yang masih mampu memberi inspirasi meski hanya tampil dalam momen-momen singkat.

Kehadiran Endrick juga cukup mengejutkan. Penyerang muda itu sempat kesulitan masuk rencana Ancelotti di Real Madrid, tetapi performanya saat dipinjamkan ke Lyon musim ini terlalu impresif untuk diabaikan.

Pemain 19 tahun yang pernah disebut sebagai talenta terbaik Brasil sejak Neymar itu kini berupaya memperbaiki awal karier internasionalnya yang belum maksimal.

“Ini mungkin bukan kelompok yang sempurna, tetapi mereka fokus, rendah hati, dan tidak egois,” ujar Ancelotti usai mengumumkan skuadnya. “Ide saya berfokus pada kolektif, bukan individu.”

Baca Juga: Pep Guardiola Akhirnya Bicara ke Pemain: Sinyal Kuat Tinggalkan City

Bayangan Brasil 1994

Setahun setelah meninggalkan periode keduanya di Santiago Bernabeu, Ancelotti baru memiliki 10 pertandingan untuk menilai para pemainnya menjelang Piala Dunia pertama sebagai pelatih kepala Brasil. 

Piala Dunia sebenarnya bukan hal baru bagi pria Italia tersebut. Ia pernah menjadi bagian skuad Italia pada Piala Dunia 1990 dan menjadi asisten Arrigo Sacchi ketika Italia mencapai final Piala Dunia 1994 dan berhadapan dengan Brasil. 

Final itu dimenangi Brasil. Meski Romario tampil gemilang, kekuatan sesungguhnya hadir dari pragmatisme racikan pelatih Carlos Alberto Parreira. 

Ia sadar Brasil kala itu tidak memiliki banyak pemain atraktif di lini depan, sehingga membangun struktur permainan yang sangat sulit ditembus lawan.

Formasi 4-4-2 klasik dengan duet gelandang bertahan Dunga dan Mauro Silva menjadi fondasi solid, sementara kreativitas dibangun dari sisi lapangan.

Tim Brasil 1994 kemudian dikenang sebagai bukti bahwa Selecao tetap bisa juara tanpa figur sebesar Pele, Ronaldo, atau Ronaldinho.

Kini, Ancelotti tampaknya menghadapi tantangan serupa.

Pertahanan Jadi Fondasi

Brasil dinilai masih memiliki kelemahan, terutama di posisi bek sayap. Para full-back kemungkinan akan bekerja keras menutup ruang ketika lini depan terlalu agresif menyerang.

 Karena itu, fondasi pertahanan yang kuat bisa menjadi kunci mengulang pragmatisme sukses ala 1994.

Kabar baiknya, posisi bek tengah kini tidak lagi dianggap titik lemah. Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tampil impresif bersama finalis Liga Champions musim ini, yakni Paris Saint-Germain dan Arsenal.

Bremer juga kembali menemukan performa terbaik bersama Juventus. Sementara Roger Ibanez tetap dipercaya sejak meninggalkan AS Roma menuju Al-Ahli pada 2023.

Ancelotti turut memanggil duet Flamengo, yakni Danilo dan Leo Pereira. Nama terakhir baru memiliki dua caps bersama timnas Brasil,

tetapi keduanya pernah tampil penuh saat Flamengo menaklukkan Chelsea 3-1 di Piala Dunia Antarklub musim lalu.

Baca Juga: Jangan Asal FOMO! Ini 8 Makanan dan Minuman Viral yang Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Lini Tengah dan Deretan Penghibur

Sektor tengah Brasil hanya diisi lima pemain, tetapi semuanya sarat pengalaman. Casemiro bangkit setelah musim buruk 2024-2025, sedangkan Bruno Guimaraes kembali tampil apik bersama Newcastle United.

Ada pula Danilo Santos dari Botafogo, serta Fabinho dan Lucas Paqueta yang membawa pengalaman besar.

Di lini depan, Brasil tetap memiliki banyak pemain eksplosif. Vinícius Júnior diharapkan mampu menunjukkan performa terbaiknya di Piala Dunia. 

Persaingan penyerang tengah juga menarik setelah absennya Joao Pedro meski tampil baik bersama Chelsea.

Nama Igor Thiago sedang berada dalam performa terbaik, sementara Endrick dan Matheus Cunha menjadi alternatif lain.

Di sektor sayap, Brasil punya sederet pemain cepat dan kreatif seperti Rayan dari Bournemouth, Raphinha, Gabriel Martinelli, dan Luiz Henrique.

Brasil Sempat Terseok di Kualifikasi

Brasil tampil tidak meyakinkan sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka finis di posisi kelima zona Amerika Selatan dengan enam kekalahan, jumlah yang mengejutkan bagi tim sekelas Selecao.

Sebagai perbandingan, Brasil hanya menelan total lima kekalahan gabungan dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.

Namun, ada kemiripan menarik dengan perjalanan menuju Piala Dunia 2002, saat Brasil juga kalah enam kali di fase kualifikasi sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Carlo Ancelotti pun yakin timnya tetap mampu bersaing.

“Saya punya pengetahuan dan keyakinan bahwa tim ini bisa bersaing dengan yang terbaik di dunia,” kata Ancelotti.

“Bisakah kami memenangkan Piala Dunia dan mencapai final? Ya, kami bisa mencapai final. Tetapi yang terbaik adalah sampai di sana dan memenangkan final.” pungkas mantan pelatih Real Madrid ini.(rak) 

Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Kiper: Alisson, Ederson, Weverton.

Bek: Alex Sandro, Danilo, Léo Pereira, Bremer, Roger Ibañez, Wesley, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos.

Gelandang: Bruno Guimarães, Casemiro, Danilo Santos, Fabinho, Lucas Paquetá.

Penyerang: Endrick, Gabriel Martinelli, Igor Thiago, Matheus Cunha, Raphinha, Vinícius Júnior, Luiz Henrique, Neymar, Rayan.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pragmatisme #carlo ancelotti #Endrick #timnas brasil #Piala Dunia 2026