Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Drama Adu Penalti! SDN Pacarkeling V/186 B Juara MLSC Surabaya Seri 2 KU 12

Andy Satria • Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13 WIB
JUARA: Para juara turnamen sepak bola putri Soccer Challenge KU 10 dan KU 12, melakukan perayaan setelah penyerahan trophy juara di lapangan Jala Krida Surabaya, Minggu (17/5).(Andy Satria)
JUARA: Para juara turnamen sepak bola putri Soccer Challenge KU 10 dan KU 12, melakukan perayaan setelah penyerahan trophy juara di lapangan Jala Krida Surabaya, Minggu (17/5).(Andy Satria)

RADAR SURABAYA – Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 musim 2025/2026 menghadirkan laga final yang penuh drama di Lapangan Jala Krida, Minggu (17/5).

SDN Pacarkeling V/186 B berhasil meraih gelar juara kategori Kelompok Umur (KU) 12 setelah menundukkan SDN Manukan Kulon melalui adu penalti.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan demi membawa pulang trofi juara MLSC Surabaya Seri 2.

Dukungan meriah dari orang tua dan suporter turut membakar semangat para pemain di lapangan.

Sementara itu, pada kategori KU 10, SDN Manukan Kulon sukses menjadi juara usai mengalahkan SDN Dr. Soetomo V/327, juga melalui babak adu penalti.

Baca Juga: Garap Segmen Premium, CitraHarmoni Kembali Rilis Tipe Vermont Harga Rp 2,2 Miliar

Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, menyebut kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan latihan rutin yang dijalani para pemain.

“Ini hasil kerja keras jangka panjang. Sepulang sekolah mereka tetap latihan. Saya sangat mengapresiasi mental pemain saat adu penalti,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas permainan peserta MLSC Surabaya Seri 2 mengalami peningkatan signifikan.

 Ia menegaskan bahwa faktor mental dan disiplin menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan di turnamen sepak bola usia dini.

Di sisi lain, pemain SDN Manukan Kulon, Keyvara, mengaku bangga atas keberhasilan timnya menjadi juara KU 10.

Ia menuturkan bahwa motivasi dari pelatih menjadi titik balik kebangkitan tim saat tertinggal.

 “Kami sempat tertinggal, tapi pelatih meminta kami tidak menyerah. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan dan menjadi juara,” katanya.

Head Coach MLSC, Jacksen F. Tiago, menilai potensi sepak bola putri di Surabaya sangat besar.

Baca Juga: Geger, Warga Jalan Dupak Masigit Surabaya Ceburkan Diri ke Sumur, Ini Pemicunya

Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pemain.

 “Potensi anak-anak Surabaya luar biasa. Jika dilatih dengan baik dalam satu tim, mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, tim pelatih akan menyeleksi pemain terbaik untuk mengikuti MLSC All Star di Kudus pada pertengahan Juni mendatang.

 Seleksi ini menjadi bagian dari pembinaan berjenjang untuk menjaring talenta muda berbakat.

Panitia pelaksana MLSC, Edi Supriyanto, juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta dan dukungan masyarakat terhadap turnamen ini.

 Ia berharap MLSC mampu memperkuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia.

Hal serupa disampaikan perwakilan  PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo. Ia menilai MLSC menjadi langkah strategis dalam pengembangan sepak bola putri usia dini.

 “Ini langkah besar bagi pembinaan sepak bola wanita. Ke depan, kualitas pemain dan pelatih harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

MLSC Surabaya Seri 2 2025/2026 diikuti oleh 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya. Mereka terbagi dalam 73 tim kategori KU 10 dan 77 tim kategori KU 12.

Turnamen ini menjadi bukti bahwa minat dan potensi sepak bola putri di Surabaya terus berkembang, sekaligus membuka peluang lahirnya talenta muda yang siap bersaing di level nasional.(sam) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#SDN Pacarkeling V/186 B #MLSC Surabaya Seri 2 mengalami #MLSC #Jacksen F. Tiago