RADAR SURABAYA – Liverpool berada di persimpangan jalan. Setelah merengkuh gelar juara Premier League yang gemilang di musim perdana Arne Slot (2024/25),
musim ini (2025/26) justru berakhir dengan anti-klimaks yang menyakitkan. Pertanyaan besar kini menghantui pendukung The Reds: Apakah Arne Slot masih orang yang tepat untuk memimpin proyek di Anfield?
Cemoohan yang terdengar di Anfield usai hasil imbang 1-1 melawan Chelsea akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat adanya keretakan kepercayaan antara tribun dan manajer.
Statistik Mengkhawatirkan: Liverpool Ramah Terhadap Tim Lemah
Konteks adalah segalanya. Hasil imbang melawan Chelsea bukanlah masalah utama, melainkan tren sedekah poin Liverpool kepada tim-tim yang sedang terpuruk. Musim ini, Anfield kehilangan keangkerannya bagi tim-tim seperti:
- Manchester United: Meraih kemenangan tandang pertama musim ini di Anfield.
- Nottingham Forest: Menang telak 3-0 di Merseyside.
- Burnley dan Tottenham: Mencuri poin saat mereka berada di titik terendah.
Kehancuran di kompetisi piala juga menjadi sorotan. Kekalahan 0-3 dari Crystal Palace dan 1-4 dari PSV Eindhoven di Liga Champions mencatatkan rekor pertahanan terburuk klub dalam beberapa dekade terakhir.
3 Alasan Mengapa Liverpool Harus Mempertahankan Arne Slot
1. Status sebagai Juara Bertahan
Slot membuktikan kualitasnya dengan memenangkan liga di tahun pertamanya, sesuatu yang gagal dilakukan Jurgen Klopp dengan skuad yang serupa.
Meski musim ini mengecewakan, Liverpool secara matematis masih di jalur kualifikasi Liga Champions.
Memecat pelatih yang memberikan trofi liga setahun lalu dianggap sebagai langkah yang terlalu reaksioner.
2. Badai Cedera Pemain Kunci
Sulit menilai kinerja Slot secara adil tanpa melihat daftar cedera medis. Kehilangan Trent Alexander-Arnold, Luis Diaz, dan Diogo Jota adalah pukulan telak.
Terlebih lagi, rekrutan baru seperti Alexander Isak dan Hugo Ekitike belum sempat memberikan kontribusi maksimal akibat cedera panjang.
3. Rekam Jejak Evolusi di Feyenoord
Sejarah membuktikan bahwa Slot adalah pelatih yang mampu belajar dari kegagalan.
Di Feyenoord, ia sempat mengalami pasang surut sebelum akhirnya membangun tim yang sangat dominan secara statistik.
Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Bulog Jatim Tambah 223 Gudang, Stok Capai 1,3 Juta Ton
3 Alasan Mengapa Waktunya untuk Perubahan
1. Penurunan Tajam Performa Mohamed Salah
Efektivitas lini serang Liverpool merosot tajam. Musim lalu, Mohamed Salah mencatatkan 57 keterlibatan gol, namun musim ini ia hanya membukukan 21.
Strategi Slot dianggap gagal memaksimalkan potensi bintang asal Mesir tersebut di musim terakhirnya.
2. Pertahanan yang Bocor
Liverpool telah kebobolan 48 gol di liga musim ini. Jika kemasukan tiga gol lagi di dua laga sisa, ini akan menjadi musim pertahanan terburuk Liverpool dalam sejarah Premier League format 38 pertandingan.
Hilangnya intensitas pressing khas Liverpool membuat lawan terlalu mudah masuk ke kotak penalti.
3. Masalah Bola Mati
Statistik menunjukkan Liverpool telah kebobolan 18 gol dari situasi bola mati, rekor tertinggi klub sejak musim 1992-93.
Di era sepak bola modern yang sangat bergantung pada detail kecil, kegagalan Slot mengantisipasi set-piece menjadi titik lemah yang fatal.
Keputusan Besar di Tangan Pemilik Klub
Manajemen Liverpool tampaknya masih cenderung mendukung Arne Slot. Namun, dengan skeptisisme yang meluas di kalangan fans, keputusan untuk mempertahankannya adalah perjudian besar.
Laga terakhir tandang melawan Aston Villa pada hari Jumat ini akan menjadi ujian terakhir.
Hasil di Villa Park mungkin akan menentukan apakah Arne Slot akan mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahannya di musim 2026/27, atau justru menjadi laga perpisahan bagi sang pelatih asal Belanda tersebut.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan