RADAR SURABAYA – Pelatih Vincent Kompany menyoroti sejumlah keputusan wasit setelah Bayern Munich gagal melangkah lebih jauh usai menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions.
Menurutnya, duel dua leg tersebut ditentukan oleh detail kecil, termasuk beberapa keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan.
Kompany menilai Bayern sudah memberikan segalanya sepanjang pertandingan. Ia menyebut kedua tim sama-sama tampil kuat dan memiliki kualitas tinggi.
“Kami sudah memberikan segalanya. Ini pertandingan yang ditentukan oleh detail-detail kecil.
Dalam lima pertemuan melawan PSG dalam dua tahun terakhir, kami menang dua kali, mereka menang dua kali, dan malam ini hasilnya imbang,” ujar Kompany dikutip dari The Guardian.
Pelatih asal Belgia itu secara khusus menyinggung dua momen kontroversial, yakni penalti terhadap Alphonso Davies pada leg pertama dan insiden yang melibatkan Joao Neves pada pertandingan terbaru.
Baca Juga: PSG Singkirkan Bayern, Dembele Antar Les Parisiens Tantang Arsenal di Final Liga Champions
Menurut Kompany, beberapa keputusan wasit terlalu merugikan Bayern Munich. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut bukan dijadikan alasan utama kegagalan timnya.
“Jika melihat kedua penalti itu, rasanya konyol. Sedikit akal sehat saja bisa membuat perbedaan.
Pada akhirnya, pertandingan hanya ditentukan oleh selisih satu gol,” katanya.
Selain itu, Kompany juga menyoroti potensi kartu kuning kedua untuk Nuno Mendes pada babak pertama.
Ia merasa wasit sempat ingin mengeluarkan kartu, tetapi kemudian mengubah keputusan dan memberikan tendangan bebas untuk PSG.
Di luar kontroversi tersebut, Kompany tetap memuji performa PSG. Ia menilai lawannya tampil disiplin dalam bertahan, terutama saat mengantisipasi umpan silang dan cutback Bayern Munich.
Baca Juga: “Satu Laga, Segalanya Mungkin!” Trossard Kobarkan Mental Juara Arsenal
“Saya pikir kami cukup baik membawa bola ke area berbahaya, tetapi mereka bertahan sangat solid di area penting kotak penalti.
PSG adalah tim berbahaya dan Anda tidak pernah benar-benar bisa mengeluarkan mereka dari pertandingan,” ucapnya.
Meski gagal meraih tiket berikutnya, Kompany tetap optimistis terhadap masa depan Bayern Munich.
Ia menegaskan Liga Champions merupakan kompetisi yang sangat sulit dimenangkan, bahkan untuk klub sebesar Bayern.
“Bayern Munich adalah klub besar, tetapi bahkan mereka rata-rata hanya memenangkan Liga Champions sekali dalam 10 tahun. Itulah betapa sulitnya kompetisi ini,” tutur Kompany.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan