RADAR SURABAYA – UEFA resmi menjatuhkan sanksi kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, berupa larangan tampil enam pertandingan akibat tindakan ujaran diskriminatif terhadap Vinicius Junior.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid pada Februari 2026.
Sanksi Dikurangi, Prestianni Hanya Absen Dua Laga Lagi
Dari total enam pertandingan, tiga laga di antaranya ditangguhkan selama dua tahun. Selain itu, satu laga telah dijalani sebagai hukuman sementara pada Februari lalu.
Dengan demikian, Prestianni hanya perlu menjalani dua pertandingan tambahan, kecuali ia kembali melakukan pelanggaran serupa yang dapat mengaktifkan sanksi tambahan tersebut.
Baca Juga: Jalani Q1 Perdana, Veda Ega Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Spanyol 2026
Awalnya, Vinícius menuduh pemain asal Argentina itu melakukan pelecehan rasial.
Namun, hasil investigasi UEFA menyimpulkan bahwa ucapan Prestianni lebih mengarah pada ujaran anti-gay, bukan rasial.
Berdasarkan laporan, Prestianni mengakui menggunakan kata bernada penghinaan terhadap orientasi seksual dalam bahasa Spanyol, bukan istilah rasial seperti yang sempat dituduhkan.
Pertandingan Sempat Dihentikan
Insiden tersebut sempat membuat pertandingan dihentikan selama 10 menit pada babak kedua.
Vinícius langsung melaporkan kejadian itu kepada wasit François Letexier.
Wasit kemudian memberikan sinyal resmi terkait dugaan pelecehan di lapangan. Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan yang berlangsung panas.
Dalam laga itu, Vinícius juga tampil sebagai penentu kemenangan Real Madrid. Ia mencetak satu-satunya gol pada menit ke-50 yang memastikan kemenangan 1-0 bagi tim asal Spanyol tersebut.
Baca Juga: Dipanggil Timnas! Atlet Jatim Siap Guncang Hong Kong Open Woodball 2026
UEFA Tegaskan Nol Toleransi Diskriminasi
UEFA menegaskan komitmennya terhadap kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi di sepak bola.
Dalam Pasal 14 regulasi disipliner UEFA disebutkan bahwa setiap tindakan yang merendahkan martabat seseorang, baik berdasarkan ras, agama, maupun orientasi seksual, akan dikenai sanksi berat.
“Setiap tindakan yang merendahkan martabat manusia, termasuk berdasarkan ras, agama, atau orientasi seksual, akan dikenakan sanksi tegas,” demikian bunyi regulasi tersebut.
UEFA juga telah meminta FIFA untuk memperluas sanksi tersebut agar berlaku secara global di seluruh kompetisi resmi.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan