RADAR SURABAYA - Minat Liverpool terhadap winger Newcastle United, Anthony Gordon, menuai sorotan tajam.
Klub berjuluk The Reds itu diperingatkan agar tidak menghamburkan dana besar untuk merekrut sang pemain pada bursa transfer musim panas 2026.
Newcastle dikabarkan siap melepas Gordon dengan harga sekitar £75 juta atau setara Rp1,5 triliun.
Nilai tersebut dinilai cukup tinggi, meski performa sang pemain terus menanjak dalam beberapa musim terakhir.
Performa Anthony Gordon Bersama Newcastle
Sejak didatangkan dari Everton pada Januari 2023 dengan nilai £45 juta ( Rp900 miliar), Gordon berkembang menjadi salah satu pemain kunci Newcastle.
Baca Juga: Bursa Transfer: Cuci Gudang Besar! Real Madrid Siap Jual 11 Pemain Usai Musim Tanpa Gelar
Pemain berusia 25 tahun itu mencatatkan 67 kontribusi gol, terdiri dari 39 gol dan 28 assist, dalam 152 pertandingan.
Ia juga berperan penting saat Newcastle menjuarai Piala Liga Inggris 2025 dan tampil impresif di Liga Champions.
Performa tersebut membuat sejumlah klub elite Eropa seperti Arsenal, Bayern Munich, dan Chelsea ikut memantau situasinya.
Namun, Gordon disebut lebih memprioritaskan pindah ke Anfield jika harus meninggalkan Newcastle.
Dinilai Tidak Sepadan dengan Harga
Legenda sepak bola Skotlandia, Ally McCoist, menilai harga £75 juta terlalu mahal untuk pemain yang belum konsisten di liga domestik.
“£75 juta? Terlalu mahal. Dia pemain bagus, tetapi belum menunjukkan konsistensi di liga. Performa terbaiknya justru di kompetisi Eropa,” ujar McCoist.
Ia menambahkan bahwa harga yang lebih masuk akal berada di kisaran £25–30 juta atau sekitar Rp500–600 miliar.
Baca Juga: Mikroplastik Diduga Menumpuk di Kalitebu Surabaya, Bisa Picu Gangguan Hormon dan Kesuburan
Sikap Tegas Newcastle
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, menegaskan tidak akan melepas pemainnya dengan mudah. Ia menuntut komitmen penuh dari seluruh skuad.
“Saya tidak akan memainkan pemain yang tidak 100 persen berkomitmen terhadap klub dan masa depannya,” tegas Howe.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa negosiasi transfer Gordon tidak akan berjalan mudah bagi klub peminat.
Liverpool Hadapi Dilema Lini Serang
Liverpool saat ini tengah mempertimbangkan perombakan lini depan, terutama karena masa depan Mohamed Salah yang kian mendekati akhir di Anfield.
Dengan kebutuhan memperkuat beberapa sektor sekaligus, keputusan menggelontorkan dana hingga Rp1,5 triliun untuk Gordon berpotensi menjadi langkah berisiko.
Manajemen Liverpool dituntut lebih cermat agar tidak salah investasi dalam membangun skuad kompetitif musim depan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan