RADAR SURABAYA – Chelsea kembali terpuruk usai kalah telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League di Amex Stadium, Rabu (22/4) dini hari WIB.
Kekalahan ini membuat peluang The Blues untuk menembus zona Liga Champions semakin menipis, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pelatih Liam Rosenior.
Brighton tampil efektif sejak awal laga dan berhasil mencetak tiga gol melalui Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, serta Danny Welbeck yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Hasil ini membuat Brighton naik ke peringkat keenam klasemen sementara, menggeser Chelsea yang kini tertahan di posisi ketujuh.
Chelsea Tanpa Perlawanan
Chelsea tampil jauh di bawah ekspektasi. Sepanjang pertandingan, tim tamu bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Absennya tiga pemain kunci di lini depan, yakni Cole Palmer, Estêvão, dan João Pedro karena cedera, berdampak besar terhadap tumpulnya serangan The Blues.
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, terlihat frustrasi di lapangan, mencerminkan buruknya performa tim secara keseluruhan.
Catatan negatif pun tak terhindarkan. Chelsea kini menelan lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak gol—rekor terburuk sejak 1912.
Fans Murka, Tekanan ke Rosenior Meningkat
Kekalahan ini memicu reaksi keras dari suporter Chelsea. Pada babak kedua, fans yang hadir di stadion melontarkan chant bernada kritik kepada Liam Rosenior.
Situasi tersebut semakin mempertegas posisi Rosenior yang kini berada dalam tekanan besar menyusul rentetan hasil buruk tim.
Chelsea juga kini tertinggal tujuh poin dari Liverpool yang menempati peringkat kelima, meski telah memainkan satu laga lebih banyak.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Incar Kolo Muani, Juventus Panik dan Langsung Bergerak Cepat!
Brighton Kian Percaya Diri
Di sisi lain, Brighton justru menunjukkan performa impresif. Kemenangan atas Chelsea menjadi bagian dari tren positif mereka, dengan raihan 19 poin dari delapan laga terakhir.
Ambisi Brighton untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan pun semakin terbuka lebar.
Menariknya, suporter tuan rumah sempat menyanyikan chant dukungan untuk Rosenior—yang pernah memiliki hubungan dengan Brighton—sebagai bentuk sindiran kepada tim tamu.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan