RADAR SURABAYA - Kekalahan menyakitkan dialami Arsenal saat menghadapi Manchester City dalam lanjutan Premier League pekan ke-33, Minggu (19/4).
Bertanding di Etihad Stadium, Arsenal tumbang dengan skor 1-2 dalam laga krusial penentuan gelar.
Hasil ini tidak hanya memangkas jarak poin di papan atas, tetapi juga memperpanjang tren negatif tim asuhan Mikel Arteta di kompetisi domestik.
Jalannya Laga Man City vs Arsenal
Manchester City langsung tampil menekan sejak awal pertandingan. Hasilnya, Rayan Cherki membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-16 melalui aksi individu yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Arsenal.
Namun, respons cepat diberikan Arsenal. Hanya dua menit berselang, Kai Havertz mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang City.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Ketajaman Erling Haaland kembali menjadi pembeda setelah mencetak gol pada menit ke-65 yang memastikan kemenangan Manchester City.
Kesalahan Arteta Jadi Sorotan
Keputusan Arteta dalam laga ini menuai kritik, terutama saat menarik keluar Eberechi Eze di babak kedua.
Padahal, Eze menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lapangan dan sempat mengancam lewat tembakan yang membentur tiang.
Penarikannya dinilai mengurangi kreativitas serangan Arsenal saat tim membutuhkan gol penyeimbang.
Keputusan tersebut disebut sebagai salah satu faktor kunci yang membuat Arsenal gagal membawa pulang poin dari Etihad.
Eze digantikan Leandro Tosaard pada menit ke-74, sembilan menit setelah gol kedua Erling Haaland pada menit ke-65.
Rekor Buruk Arsenal di Kompetisi Domestik
Kekalahan ini mencatatkan rekor negatif bagi Arsenal di bawah Arteta. Untuk pertama kalinya, mereka mengalami empat kekalahan beruntun di ajang domestik.
Baca Juga: Ditahan Vietnam 0-0, Indonesia U-17 Tersingkir Dramatis dari Piala AFF U-17 2026
Rangkaian hasil buruk tersebut meliputi:
Kekalahan di liga dari Bournemouth
Tersingkir di FA Cup
Kalah di final EFL Cup
Tumbang dari Manchester City
Situasi ini menjadi alarm serius bagi Arsenal yang sebelumnya tampil konsisten sepanjang musim.
Dampak pada Klasemen Premier League
Kemenangan ini membuat Manchester City kini hanya terpaut tiga poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Tim asuhan Pep Guardiola bahkan masih memiliki satu laga tunda yang berpotensi membawa mereka ke posisi teratas.
Jika tren positif City berlanjut, peluang Arsenal untuk mempertahankan posisi puncak akan semakin terancam.
Jadwal Berat Menanti Arsenal
Arsenal tidak memiliki banyak waktu untuk bangkit. Mereka akan menghadapi jadwal padat, termasuk laga penting melawan Newcastle United di liga serta duel semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid.
Kondisi ini menuntut Arteta segera menemukan solusi untuk menghentikan tren negatif timnya.
Kekalahan dari Manchester City menjadi pukulan telak bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League musim 2025/2026. Selain kehilangan poin penting, keputusan taktis Arteta juga menjadi sorotan.
Jika tidak segera bangkit, Arsenal berisiko kehilangan posisi puncak sekaligus peluang meraih trofi musim ini.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan