RADAR SURABAYA - Liverpool harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) setelah menelan kekalahan 0-2 pada leg pertama di Parc des Princes, Kamis dini hari WIB.
Menghadapi juara bertahan Liga Champions, performa pasif The Reds menjadi sorotan tajam.
Sejak awal laga, pelatih Arne Slot terlihat menerapkan strategi bertahan. Liverpool bermain dengan garis pertahanan rendah dan lebih fokus menumpuk pemain di lini belakang ketimbang membangun serangan.
Penempatan Jeremie Frimpong di sektor sayap dengan peran defensif semakin menegaskan pendekatan konservatif tersebut.
Baca Juga: Hasil BAC 2026: Alwi Farhan Menang Dramatis atas Justin Hoh, Indonesia Berjaya di 32 Besar
Gol Cepat PSG Ubah Jalannya Laga
PSG membuka keunggulan pada menit ke-11, yang seharusnya menjadi momentum bagi Liverpool untuk keluar dari tekanan. Namun, respons yang ditunjukkan justru minim agresivitas.
Liverpool tetap kesulitan mengembangkan permainan dan gagal menciptakan peluang berbahaya.
Hingga babak kedua, intensitas serangan The Reds tidak mengalami peningkatan signifikan.
Minim Kreativitas, Salah Tak Dimainkan
Keputusan Arne Slot yang tidak memainkan Mohamed Salah juga memicu tanda tanya.
Padahal, pemain asal Mesir tersebut dikenal sebagai salah satu tumpuan utama lini serang Liverpool.
Meski melakukan pergantian pemain dengan memasukkan opsi lebih ofensif di akhir laga, Liverpool tetap tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada pertahanan PSG.
Statistik Memprihatinkan Liverpool
Sepanjang pertandingan, Liverpool hanya mampu mencatatkan tiga tembakan. Dua di antaranya berasal dari luar kotak penalti, sementara satu peluang lainnya tercipta dari jarak sekitar 17 yard.
Catatan ini menunjukkan betapa tumpulnya lini serang Liverpool dalam laga penting tersebut.
Sebaliknya, PSG tampil lebih dominan dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol jika lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
Peluang Masih Terbuka di Anfield
Meski kalah 0-2, Liverpool masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di Anfield.
Namun, Arne Slot perlu melakukan evaluasi besar, terutama dalam hal pendekatan taktik dan pemanfaatan pemain kunci.
Jika tidak ada perubahan signifikan, Liverpool berisiko kembali kesulitan menghadapi agresivitas PSG di pertemuan berikutnya.
Pada pertandingan ini gol PSG dicetak oleh Désiré Doué (menit ke-11), dan Khvicha Kvaratskhelia (menit ke-65)
Doué membuka keunggulan lewat gol yang sempat mengalami defleksi, sementara Kvaratskhelia memastikan kemenangan 2-0 lewat aksi individu impresif.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan