Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Iga Swiatek Juara Wimbledon 2025 Usai Bungkam Amanda Anisimova 6-0, 6-0

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 13 Juli 2025 | 13:34 WIB
Iga Swiatek akhirnya mencatat kemenangan 6-0, 6-0, yang merupakan kemenangan pertama di final tunggal putri Wimbledon dalam lebih dari satu abad.
Iga Swiatek akhirnya mencatat kemenangan 6-0, 6-0, yang merupakan kemenangan pertama di final tunggal putri Wimbledon dalam lebih dari satu abad.

RADAR SURABAYA — Iga Swiatek tampil luar biasa di final Wimbledon 2025 dengan mengalahkan Amanda Anisimova 6-0, 6-0 dalam waktu hanya 57 menit di Centre Court, Sabtu (12/7).

Kemenangan telak ini mengantarkan Swiatek meraih gelar Wimbledon pertamanya sekaligus mempertegas dominasinya di dunia tenis.

Swiatek Tambah Koleksi Gelar Grand Slam

Kemenangan ini menambah koleksi Swiatek menjadi enam gelar Grand Slam, menjadikannya salah satu petenis paling dominan di era saat ini.

Petenis asal Polandia itu menjadi sorotan setelah menampilkan permainan agresif, konsisten, dan tanpa cela sejak awal pertandingan.

Swiatek menjadi petenis putri pertama sejak 1911 yang memenangi final Wimbledon tanpa kehilangan satu gim pun.

Ia juga menjadi petenis kedua di era Open yang memenangi final Grand Slam dengan skor 6-0, 6-0, mengikuti jejak legenda Steffi Graf di French Open 1988.

Perjalanan Dominan Menuju Final Wimbledon 2025

Sebelum tampil di All England Club, Swiatek sempat melaju ke final turnamen lapangan rumput di Bad Homburg.

Di Wimbledon 2025, ia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen.

Di tengah tumbangnya para unggulan top lainnya, Swiatek justru tampil semakin kuat, membuktikan adaptasinya yang cepat di lapangan rumput.

Anisimova Tak Berkutik Hadapi Tekanan dan Performa Swiatek

Amanda Anisimova, yang sebelumnya tampil impresif dengan menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di semifinal, tampak gugup sejak awal laga.

Amanda Anisimova diliputi emosi setelah dikalahkan di final Grand Slam pertamanya
Amanda Anisimova diliputi emosi setelah dikalahkan di final Grand Slam pertamanya

Servisnya langsung dipatahkan pada gim pertama. Saat tertinggal 0-2, tanda-tanda buruk mulai terlihat.

Swiatek terus menekan tanpa memberi ruang. Set pertama pun ditutup Swiatek dengan kemenangan 6-0 hanya dalam 25 menit, sementara Anisimova hanya mencetak enam poin dari servis dan membuat 14 unforced error.

Di set kedua, tekanan tak berkurang. Anisimova kembali melakukan double fault pada gim ketiga dan melakukan banyak kesalahan pukulan.

Penonton mencoba memberi dukungan, namun Swiatek tetap tampil dominan dan menyegel kemenangan dengan servis sempurna.

Pukulan Telak, Pesan Kuat

Kemenangan Swiatek bukan sekadar gelar, tapi juga pesan kuat bahwa ia kini nyaman bermain di semua permukaan — tanah liat, keras, maupun rumput.

Dengan gaya bermain agresif dan mental baja, Swiatek menjadi kandidat kuat untuk mendominasi musim Grand Slam berikutnya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#turnamen tenis #Amanda Anisimova #Iga Swiatek #grand slam #inggris #tenis #wimbledon