PSG berambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah mereka, sementara Inter ingin menambah koleksi trofi menjadi empat kali juara Eropa.
Kedua tim datang dengan cerita dan jalur berbeda, tetapi sama-sama punya alasan kuat untuk menjuarai ajang paling prestisius ini.
PSG vs Inter Milan: Duel Dua Gaya Berbeda
Final Liga Champions kali ini bukan hanya soal siapa yang lebih unggul, melainkan bentrokan dua filosofi permainan.
PSG tampil ekspansif dan menyerang sepanjang musim, sementara Inter Milan dikenal dengan taktik rapat, keras kepala, dan efisien.
PSG ingin menyempurnakan musim dengan treble winner setelah menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France.
Inter pun sempat berada di jalur treble, tetapi kini hanya Liga Champions yang tersisa setelah gagal di Serie A dan Coppa Italia.
Luis Enrique sempat dalam tekanan pada awal musim ketika PSG hampir gagal lolos dari fase liga.
Namun, sejak pergantian tahun, performa klub Paris ini meningkat drastis. Mereka bahkan menyingkirkan tim-tim kuat seperti Liverpool, Arsenal, dan Aston Villa di babak gugur.
Inter Milan, di sisi lain, menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan menyingkirkan Bayern Munich dan Barcelona.
Mereka tidak diunggulkan dalam bursa taruhan, tetapi justru tampil efektif dan konsisten hingga mencapai final.
Baca Juga: Oscar Piastri Bawa McLaren Tercepat di Latihan Bebas Kedua F1 GP Spanyol 2025
Sejarah dan Statistik Final Liga Champions
PSG hanya pernah sekali tampil di final Liga Champions, yaitu pada tahun 2020, ketika mereka dikalahkan oleh Bayern Munich.
Sementara Inter terakhir kali juara pada 2010 dan kalah di final 2023 dari Manchester City.
Uniknya, dalam empat final Liga Champions yang digelar di Munich, selalu ada tim yang meraih gelar pertamanya.
PSG berharap bisa mengikuti jejak Marseille, Chelsea, dan Borussia Dortmund yang meraih kemenangan perdana di kota ini.
Sepak bola Prancis sendiri belum banyak mencatatkan kesuksesan di level Eropa. Marseille masih menjadi satu-satunya klub dari Prancis yang
menjuarai Liga Champions, saat mengalahkan AC Milan pada 1993 di Munich, sebuah pertanda baik bagi PSG?
Berita Tim Final Liga Champions 2025
Dalam kabar terbaru, kedua tim dipastikan tampil dengan skuad terbaik. PSG hanya kehilangan Presnel Kimpembe yang tidak banyak bermain
musim ini. Selebihnya, Luis Enrique dapat menurunkan tim utama seperti saat melawan Arsenal.
Di lini depan, Ousmane Dembele akan kembali sebagai starter, bergantian dengan Désiré Doué atau Bradley Barcola, sementara Khvicha Kvaratskhelia diprediksi tetap menjadi andalan.
Dari kubu Inter Milan, Benjamin Pavard dan Piotr Zielinski sudah kembali berlatih dan siap bermain. Kapten Lautaro Martínez juga dipastikan tampil setelah menjalani pemulihan pascacedera.
Pelatih Simone Inzaghi mengistirahatkan hampir seluruh pemain utama saat menghadapi Como pekan lalu, memberi isyarat bahwa Inter akan tampil bugar dan siap tempur di final nanti.
Prediksi Skor dan Peluang Adu Penalti
Laga ini diprediksi berlangsung ketat, dan bukan tidak mungkin akan ditentukan lewat adu penalti, seperti ketika PSG menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar.
Inter pun memiliki catatan pertahanan yang kuat dan sering mencetak gol lebih dulu di pertandingan mereka.
Meskipun PSG diunggulkan, kemenangan Inter tidak akan mengejutkan. Kedua tim punya motivasi tinggi, kualitas individu mumpuni, dan pengalaman di laga besar.
Prediksi Susunan Pemain
PSG (4-3-3): Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; João Neves, Vitinha, Fabián Ruiz; Doué, Dembélé, Kvaratskhelia.
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martínez.
Prediksi Skor:
PSG 1–1 Inter (PSG menang lewat adu penalti).
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan