RADAR SURABAYA- Son Heung-min menorehkan sejarah baru bersama Tottenham Hotspur dengan membawa klub meraih trofi Liga Europa, yang menjadi gelar pertama dalam 17 tahun dan gelar Eropa pertama dalam 41 tahun.
Terakhir Tottenham Hotspur meraih juara Carling Cup (sekarang Carabao Cup) 2008 pada era pelatih Juande Ramos, dan juara Piala UEFA pada 1984 di bawah pelatih Keith Burkinshaw, tahun 1972 Bill Nicholson juga pernah membawa Tottenham Hotspur juara UEFA Cup.
Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih trofi setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 1-0 di final Liga Europa.
Dalam laga yang digelar penuh tensi itu, Son Heung-min menjadi pusat perhatian setelah memimpin tim sebagai kapten dan tampil menentukan meski masuk dari bangku cadangan.
"Mari kita anggap saya legenda, kenapa tidak!" ujar Son dengan nada bercanda setelah pertandingan. "Selama 17 tahun tak ada yang bisa melakukannya.
Hari ini adalah hari yang bersejarah. Hari ini saya akan mengatakan bahwa saya adalah legenda klub. Mari kita rayakan."
Pemain asal Korea Selatan itu mengungkapkan bahwa meraih gelar bersama Tottenham adalah impian yang akhirnya menjadi kenyataan.
"Rasanya luar biasa. Ini adalah hal yang selalu saya impikan. Kini menjadi nyata. Saya adalah orang paling bahagia di dunia," tambahnya.
Trofi Pertama Sejak 2008, Gelar Eropa Pertama Sejak 1984
Kemenangan atas Manchester United menjadi trofi pertama Tottenham sejak menjuarai Piala Liga pada 2008.
Lebih dari itu, ini juga menjadi gelar Eropa pertama mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada tahun 1984.
Manajer Ange Postecoglou yang baru memasuki musim keduanya bersama klub berhasil menciptakan sejarah dengan membawa Spurs kembali berjaya di level Eropa.
Selebrasi Penuh Emosi dan Guyonan soal Ketinggalan Pesawat
Son juga menyebut bahwa tekanan menjelang laga begitu besar karena hasrat tinggi untuk menang. "Saya sangat menginginkan ini. Selama tujuh pertandingan terakhir saya terus memimpikan kemenangan ini.
Saya mungkin akan ketinggalan pesawat! Hari ini adalah hari untuk para penggemar merayakan. Mungkin kita bisa batalkan laga melawan Brighton," ucapnya sambil tertawa.
Tottenham dijadwalkan akan menghadapi Brighton & Hove Albion di laga terakhir musim ini, namun suasana pesta juara membuat fokus tim sementara tertuju pada perayaan.
James Maddison Ikut Rayakan Kemenangan Meski Tak Bermain
Meski tidak tampil dalam laga final, James Maddison tetap naik ke podium untuk menerima medali dengan mengenakan seragam lengkap.
"Mereka bilang saya harus pakai seragam untuk dapat medali. Saya tidak mau terlihat seperti John Terry!" kata Maddison bercanda, merujuk pada momen ikonik Terry bersama Chelsea.
"Ini adalah perasaan yang sangat spesial. Menang membuat segalanya terasa benar. Meski tidak bisa bermain, saya tetap bangga bisa menjadi bagian dari pencapaian ini," tambahnya.
Tottenham Hotspur Lolos ke Liga Champions
Selain meraih trofi, kemenangan ini juga memastikan Tottenham lolos ke Liga Champions musim depan.
Maddison menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga pembuktian untuk para suporter.
"Ini bukan hanya soal Liga Champions, tapi tentang menang untuk para fans. Mereka telah melalui banyak masa sulit," tegasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan