RADAR SURABAYA - Nama aktris muda Davina Karamoy kembali mencuat di jagat maya. Foto yang diduga dirinya bersama seorang pria beredar luas di media sosial dan langsung memicu spekulasi publik.
Dalam unggahan yang viral di TikTok dan Instagram, perempuan yang diduga Davina terlihat akrab dengan sosok pria yang disebut-sebut sebagai figur publik.
Namun dalam foto tersebut, baik wajah perempuan maupun si laki-laki diberi stiker, sehingga netizen hanya menebak-nebak.
Netizen pun ramai melakukan cocokologi, mengaitkan gaya busana dan momen kebersamaan mereka dengan dugaan adanya hubungan asmara.
Foto yang beredar memperlihatkan wanita yang diduga Davina Karamoy duduk berdekatan dengan seorang pria di sebuah restoran. Bahkan seperti kabar yang santer sebelumnya, Davina diduga menjadi orang ketiga.
Netizen menyoroti kemiripan busana dan aksesori yang dikenakan Davina dengan perempuan di foto tersebut, serta penampilan pria tersebut di kesempatan lain. Hal ini memicu dugaan bahwa keduanya tengah menjalin hubungan.
Spekulasi semakin ramai karena pemeran film Ipar Adalah Maut tersebut sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan beberapa figur publik lain.
Netizen di media sosial menggunakan istilah “cocokologi” untuk menggambarkan cara mereka menghubungkan detail kecil, seperti pakaian, lokasi, hingga gestur tubuh, sebagai bukti dugaan kedekatan.
Warganet pun ramai-ramai mengomentari dan mengemukakan investigasinya.
“Kalung dan baju nya mirip DK,” komentar akun @rii***.
“Judulnya akting yang di bawa ke real life,” tulis akun @ahj***.
“Partai lambang 2 bulan sabit di tengahnya padi. seriusan? AD itu? Jadi Neti mah susah, kerja iya cari info, di bayar kagak, bikin viral iya.. hadeeuuhhhh,” komentar akun @ekp***.
“Siapa lagi sih..ga kelar2 dunia perselengkian,” tulis akun @_pp***.
Kasus viral Davina Karamoy ini menegaskan bagaimana figur publik selalu berada dalam sorotan. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Davina maupun pihak terkait, publik terus berspekulasi dan mencocokkan detail kecil sebagai bukti dugaan hubungan asmara. Fenomena cocokologi ini kembali menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari