RADAR SURABAYA - Menjelang Idul Fitri 1447 H, penyanyi Denada akhirnya dipertemukan kembali dengan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, 24, setelah berbulan-bulan berseteru terkait kasus penelantaran anak.
Pertemuan yang penuh haru itu berlangsung saat acara buka puasa bersama di sebuah restoran kawasan Jakarta Selatan, Rabu (18/3).
Dalam momen tersebut, Ressa yang selama ini diasuh oleh paman dan bibi Denada di Banyuwangi tak kuasa menahan tangis ketika berpelukan dengan sang ibu.
“Begitu masuk, Dena langsung meluk, langsung nangis, Ressa juga langsung meluk sambil sesenggukan. Aku merinding, itu benar-benar indah banget pertemuannya,” ungkap manajer Denada, Risni Ories.
Risni menjelaskan bahwa pertemuan ini sudah lama dinantikan. Denada hadir bersama dirinya, sementara Ressa didampingi sang kakak.
“Alhamdulillah terealisasi saat buka puasa bersama. Denada didampingi saya, Ressa didampingi kakaknya,” katanya.
Baca Juga: BBKK Surabaya Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit Menular Seperti Campak dan TB Saat Mudik Lebaran
Selain berpelukan erat, Denada juga melakukan video call dengan tante Ratih, sosok yang selama ini mengasuh Ressa sejak bayi. Keakraban terlihat jelas meski ini merupakan pertemuan perdana setelah konflik panjang.
Risni menyebut pertemuan ini sebagai berkah menjelang Lebaran. “Ini hari baik, hadiah dari Allah untuk Ressa dan Denada. Apalagi sudah dekat Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, Denada bahkan menawarkan agar Ressa tinggal bersamanya.
Baca Juga: 10 Kuliner Lebaran Paling Ikonik di Indonesia, Mana Pilihan Anda?
“Dena bilang, ‘nang katanya Ressa tinggal ngekos, tinggal di rumah ini aja.’ Itu bentuk kasih sayang seorang ibu,” jelas Risni.
Pertemuan ini menjadi titik balik hubungan Denada dan putranya setelah konflik keluarga yang sempat mencuat ke publik.
Momen tersebut juga menunjukkan upaya Denada untuk memperbaiki hubungan dengan Ressa dan membangun kembali ikatan keluarga yang sempat renggang.
Setelah bertahun-tahun terpisah dan diliputi konflik, keduanya akhirnya bisa merasakan kembali hangatnya pelukan ibu dan anak. “Haru, sedih, bahagia, semua jadi satu. Akhirnya pertemuan itu terlaksana juga,” pungkas Risni. (ins/nur)
Editor : Nurista Purnamasari