Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karier Penyanyi “Nuansa Bening” yang Menginspirasi
Rahmat Adhy Kurniawan• Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:02 WIB
Vidi Aldiano
Perjalanan seorang penyanyi yang mengubah penolakan menjadi prestasi, dan luka menjadi lagu
RADAR SURABAYA– Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3).
Musisi berusia 34 tahun itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya di Tanah Air.
Vidi Aldiano dikenal sebagai salah satu penyanyi pop pria yang konsisten melahirkan karya sejak akhir 2000-an.
Sepanjang kariernya, ia dikenal lewat sejumlah lagu populer seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, hingga “Definisi Bahagia”.
Perjalanan karier Vidi di industri musik tidak berlangsung instan. Ia sempat mengalami berbagai penolakan sebelum akhirnya menjadi salah satu penyanyi pop papan atas di Indonesia.
Tumbuh di Keluarga Musik
Vidi Aldiano memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano. Ia lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dari keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia musik.
Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, atau dikenal dengan Harry Kiss, dikenal sebagai pengusaha teknologi audio sekaligus pemilik PT Tiga Bintang Nusantara (V8sound.com). Sementara itu, ibunya, Besbarini, merupakan seorang guru piano.
Bakat musik juga mengalir dari keluarga besarnya. Vidi merupakan cucu dari penyanyi keroncong legendaris asal Semarang, S. Darsih Kissowo.
Sejak usia tiga tahun, Vidi sudah belajar memainkan piano di bawah bimbingan ibunya. Saat duduk di bangku sekolah dasar, ia juga mulai mempelajari biola.
Bakat menyanyinya bahkan terlihat sejak kecil. Pada usia 2,5 tahun, ia pernah meraih juara tiga dalam lomba menyanyi anak-anak.
Pernah Gagal di Indonesian Idol
Perjalanan menuju dunia musik profesional tidak selalu mulus. Pada 2006, Vidi Aldiano mengikuti audisi Indonesian Idol musim ketiga dengan membawakan lagu “Pada Satu Cinta” karya Glenn Fredly.
Namun, langkahnya harus terhenti di babak 100 besar.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Setelah lulus dari SMA Al-Azhar 1 Kebayoran Baru pada 2008, ia mencoba mengirimkan album demo independen ke sejumlah label rekaman.
Sayangnya, demo tersebut sempat ditolak oleh enam hingga delapan label rekaman.
Kesempatan akhirnya datang ketika produser Lala Hamid melihat potensi dari album yang ia buat sejak masih duduk di kelas 1 SMA.
Sukses Lewat Lagu “Nuansa Bening”
Karier Vidi Aldiano mulai melejit setelah merilis album debut Pelangi di Malam Hari pada 2008. Album tersebut langsung menarik perhatian publik, terutama lewat lagu “Nuansa Bening”, yang merupakan aransemen ulang dari lagu legendaris.
Popularitasnya semakin meningkat setelah merilis single “Status Palsu” yang juga mendapat respons positif dari penikmat musik Indonesia.
Pada 2009, Vidi kembali merilis album religi Lelaki Pilihan yang memuat lagu “Rindu Rasul”. Di tahun yang sama, ia meraih penghargaan Most Favorite Male Artist dalam ajang MTV Indonesia Awards 2009.
Album Persona Raih Triple Platinum
Perjalanan karier Vidi Aldiano semakin matang ketika merilis album Yang Kedua pada 2011. Album tersebut memperlihatkan kemampuannya sebagai penulis lagu karena sebagian besar lagu ditulis sendiri olehnya.
Puncak kariernya hadir melalui album Persona yang dirilis pada 2016.
Album ini direkam di Abbey Road Studios, London, bersama tim produser Laleilmanino. Persona berisi 10 lagu, termasuk “Definisi Bahagia” dan “Membiasakan Cinta”.
Album tersebut meraih kesuksesan besar dengan penjualan lebih dari 250 ribu keping dan mendapatkan sertifikasi Triple Platinum pada Januari 2017.
Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Pada 2019, Vidi Aldiano mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker ginjal stadium tiga.
Kondisi tersebut menjadi ujian berat dalam hidupnya. Meski demikian, Vidi tetap berusaha berkarya di tengah proses pengobatan yang dijalaninya.
Pengalaman tersebut kemudian tercermin dalam album Senandika yang dirilis pada 2022.
Album ini berisi 10 lagu yang menggambarkan perjalanan emosional Vidi sejak 2018 hingga 2022. Salah satu lagu yang menonjol adalah “Bertahan Lewati Senja”, yang menggambarkan perjuangannya menghadapi penyakit.
Selain itu, lagu “Dara” dipersembahkan untuk istrinya, Sheila Dara Aisha, yang dinikahinya pada 15 Januari 2022.
Tetap Berkarya Hingga Akhir
Meski menghadapi masalah kesehatan, Vidi Aldiano tetap aktif di dunia hiburan. Ia merilis sejumlah single pada 2024, di antaranya:
“Run Back To You”
“Garansi Tepat Waktu”
“Senyumin Dulu Aja”
“We Time”
Selain bernyanyi, Vidi juga aktif sebagai podcaster, pembawa acara, serta juri dalam berbagai kompetisi menyanyi.
Di luar dunia musik, Vidi juga dikenal memiliki latar pendidikan yang kuat. Ia meraih gelar Magister Innovation Management and Entrepreneurship dari University of Manchester dengan predikat cum laude pada 2015.
Warisan Karya Vidi Aldiano
Perjalanan hidup Vidi Aldiano menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari kegagalan di ajang pencarian bakat hingga meraih kesuksesan besar di industri musik, kisahnya menunjukkan arti kerja keras dan ketekunan.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan warisan karya yang akan terus dikenang oleh para penggemar musik Indonesia.(rak)