RADAR SURABAYA - Usai tersandung dugaan penelantaran anak kandung yang tidak diakui, penyanyi Denada Tambunan mengungkapkan kerinduan mendalam kepada mendiang ibunya, Emilia Contessa, melalui akun media sosialnya.
Unggahan tersebut sontak menjadi perhatian publik dan menuai banyak komentar dari warganet.
Lewat akun Instagram @denadaindonesia, Denada membagikan foto dirinya sebelum operasi plastik, saat dipeluk dan dikecup oleh sang ibu. Unggahan yang diposting pada pukul 13.30 WIB itu disertai pesan singkat penuh emosional.
“Hi Ma, I miss you. Doain Dena ya Ma,” tulis perempuan bernama asli Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan tersebut dengan menambahkan simbol hati.
Postingan tersebut langsung mendapat ribuan tanda suka dan ratusan komentar. Sebagian warganet menyinggung pemberitaan mengenai anak biologis Denada yang berada di Banyuwangi. Sementara banyak lainnya membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan moral.
“Mba dena kalau bener berita tentang anak cowo itu mengkaget banget kasian anaknya,” tulis akun @jui***.
“Selama ini tidak ada yang tahu kalau Denada punya anak laki-laki,” tulis akun @emm***.
“Benar ga sih berita yg beredar tentang gugatan seorang pemuda 24 tahun yg mengaku anak kandung @denadaindonesia,” komentar akun @rom***.“Anak cowoknya juga cakep,” tambah akun @iss***.
“Ngerih....anaknya ga diakuin Ampe 24 tahun,kasihan Ampe tinggal digudang makan sehari cuma sekali.Emaknya bisa operasi plastik.Hemmmm.....,” komentar akun @dia***.
Meski ratusan komentar masuk, Denada tidak memberikan balasan. Sementara itu, tim kuasa hukum Denada yang berada di Banyuwangi mengonfirmasi telah menjalin komunikasi intensif dengan sang artis.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Denada dan siap melanjutkan proses mediasi pada Kamis, 15 Januari 2026,” ujar perwakilan tim hukum Denada.
Sebelumnya ramai diberitakan Denada Tambunan tengah menghadapi gugatan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak kandung.
Gugatan dengan nomor perkara 288 ini diajukan oleh Ressa Rizky Rossano, 24, yang mengaku baru mengetahui identitas ibu biologisnya dan menuntut pertanggungjawaban serta pengakuan resmi dari Denada.
Gugatan tersebut didaftarkan pada 26 November 2025. Selama proses berjalan, PN Banyuwangi telah menggelar satu kali sidang mediasi, namun Denada tidak hadir memenuhi panggilan pengadilan.
Kuasa hukum penggugat, Moh. Firdaus Yuliantono, membenarkan bahwa tergugat adalah seorang artis dengan inisial D.
“Benar tergugat adalah seorang artis. Kami telah melakukan gugatan atas perbuatan melawan hukum dengan tergugat adalah orang tua kandungnya sendiri,” kata Firdaus, Kamis (8/1).
Firdaus menjelaskan, gugatan diajukan karena kliennya merasa hak-haknya sebagai anak tidak pernah dipenuhi sejak dilahirkan pada 2002.
Ia berharap melalui gugatan ini, Ressa bisa mendapatkan hak-haknya yang selama ini tidak diberikan. Menurut Firdaus, pihaknya masih membuka ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kami berharap agar tergugat punya itikad baik untuk bertemu dengan klien kami sehingga ada titik temu. Namun jika tidak ada respons, maka hak-hak klien kami akan diperjuangkan melalui jalur pengadilan,” tegasnya.
Ressa Rizky Rossano mengungkapkan bahwa selama ini ia hidup berpindah-pindah antara rumah tantenya dan rumah Denada di Banyuwangi tanpa kejelasan status sebagai anak biologis. Ia mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Denada, bahkan saat Idul Fitri.
“Saya tidak pernah bertemu meski Idul Fitri, tapi saya tahu dia ibu biologis saya karena saya mencari tahu,” ujar Ressa.
Ressa juga menceritakan kehidupannya yang jauh dari gemerlap dunia hiburan. Selama hampir 24 tahun, ia mengaku hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tidak pernah menerima nafkah dari Denada.
Ia bahkan sempat kuliah di salah satu universitas swasta di Banyuwangi hingga semester empat, namun terpaksa berhenti karena keterbatasan biaya. Kini, Ressa bekerja sebagai penjaga toko kelontong dengan gaji di bawah UMK Banyuwangi. (hot/nur)
Editor : Nurista Purnamasari