RADAR SURABAYA - Aktor peraih Oscar Javier Bardem akhirnya buka suara terkait kabar dirinya masuk daftar hitam atau blacklist salah satu production house (PH) Paramount Pictures.
Bardem mengaku tidak terkejut dengan keputusan tersebut, karena sudah menduga konsekuensi dari sikap vokalnya menentang agresi militer Israel di Jalur Gaza.
Dalam wawancara bersama media independen Zeteo, Bardem menyebut kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan itu mempertegas konsistensinya sebagai aktor yang lantang bersuara soal isu kemanusiaan.
“Ini tidak mengejutkan, saya sama sekali tidak terkejut,” ujar Bardem dikutip dari Marca, Jumat (9/1).
“Persoalannya bukan pada siapa yang membuat daftar hitam, melainkan dengan siapa kita memilih untuk bekerja. Semua ini akan terlihat jelas dalam beberapa tahun ke depan,” imbuhnya.
Sikap Bardem disebut menjadi alasan utama dirinya masuk blacklist Paramount Pictures, yang kini dipimpin David Ellison.
Ia dilaporkan masuk bersama sejumlah aktor papan atas Hollywood lain yang juga menolak tindakan Israel di Gaza. Meski begitu, Bardem menegaskan posisinya tidak dilandasi kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu.
“Kami tidak menentang orang, kewarganegaraan, agama, atau etnis apa pun. Kami menentang perusahaan dan institusi yang mendukung genosida, apartheid, serta pendudukan ilegal,” tegas Bardem.
Dukungan Gerakan Film Workers for Palestine
Bardem merupakan salah satu dari lebih 1.800 pekerja film global yang menandatangani manifesto Film Workers for Palestine pada September 2025.
Gerakan ini terinspirasi dari boikot budaya terhadap rezim apartheid Afrika Selatan. Manifesto tersebut berkomitmen untuk tidak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel, termasuk festival, rumah produksi, bioskop, hingga lembaga penyiaran.
Sejumlah nama besar Hollywood ikut mendukung gerakan ini, di antaranya Mark Ruffalo, Emma Stone, Joaquin Phoenix, Rooney Mara, Andrew Garfield, Gael García Bernal, hingga sutradara Yorgos Lanthimos.
Bagi Javier Bardem, masuk daftar hitam studio besar bukanlah hal yang menakutkan. Ia menegaskan bahwa sikap moral jauh lebih penting dibanding peluang proyek atau kerja sama industri. “Ini bukan soal karier saya. Ini tentang posisi etis sebagai manusia,” pungkas Bardem. (hot/nur)
Editor : Nurista Purnamasari