RADAR SURABAYA - Setelah spekulasi publik yang berkembang selama beberapa waktu, pasangan selebritas Raisa Andriana dan Hamish Daud akhirnya buka suara terkait keputusan mereka untuk bercerai.
Melalui unggahan di akun Instagram masing-masing, keduanya menyampaikan bahwa keputusan berpisah telah dipertimbangkan secara matang dan dilakukan secara bersama-sama.
Gugatan cerai Raisa terhadap Hamish telah didaftarkan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 22 Oktober 2025, dengan sidang perdana dijadwalkan pada 3 November mendatang
Dalam pernyataan resmi yang diunggah Raisa dan Hamish melalui fitur kolaborasi Instagram, mereka menegaskan bahwa perceraian bukanlah bentuk menyerah, melainkan langkah bijaksana demi kedamaian masing-masing.
“Keputusan ini kami ambil bersama, dan telah cukup lama kami proses dalam ruang pribadi kami masing-masing, sebelum akhirnya berita ini sampai ke kalian,” tulis Raisa.
Meski berpisah, keduanya berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan baik, terutama dalam hal pengasuhan anak semata wayang mereka, Zalina.
Raisa dan Hamish menyatakan akan menjalankan peran sebagai co-parents secara bertanggung jawab dan saling mendukung.
Mereka juga meminta publik untuk menghormati ruang pribadi keluarga dan tidak berspekulasi lebih jauh.
Hamish Daud, yang selama ini dikenal sebagai sosok ayah yang aktif mendampingi tumbuh kembang Zalina, turut menyampaikan bahwa prioritas utama mereka tetap pada kesejahteraan anak.
Keduanya berharap proses perceraian ini dapat dijalani dengan tenang dan penuh penghormatan.
Keputusan Raisa dan Hamish Daud untuk berpisah menjadi momen reflektif bagi publik tentang pentingnya kedewasaan dalam menghadapi dinamika rumah tangga.
Dengan komunikasi terbuka dan komitmen terhadap anak, pasangan ini menunjukkan bahwa perceraian tidak selalu identik dengan konflik, melainkan bisa menjadi jalan menuju kedamaian dan pertumbuhan pribadi.
Meski berakhir sebagai pasangan, Raisa dan Hamish tetap menjadi contoh bagaimana menjaga martabat dan tanggung jawab dalam perpisahan.
Publik pun diimbau untuk menghormati keputusan mereka dan memberi ruang bagi proses yang tengah dijalani. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari