RADAR SURABAYA - Kim Kardashian kembali menjadi sorotan dunia fashion dan media sosial setelah meluncurkan produk terbaru dari brand miliknya, SKIMS.
Kali ini, selebritas dan pengusaha asal Amerika Serikat itu memperkenalkan celana dalam edisi terbatas yang diberi nama Faux Hair Micro String Pants.
Produk ini langsung viral karena desainnya yang unik dan kontroversial, celana dalam berbulu menyerupai rambut kemaluan.
Peluncuran ini memicu perdebatan publik. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk ekspresi artistik dan keberanian dalam mendobrak norma fashion, sementara yang lain menilai produk tersebut tidak pantas dan terlalu vulgar.
Meski menuai kritik, produk ini langsung habis terjual dalam waktu singkat di situs resmi SKIMS.
Faux Hair Micro String Pants terbuat dari bahan jala super tipis dan elastis, dengan bagian depan dihiasi rambut palsu yang menyerupai rambut kemaluan.
Produk ini tersedia dalam 12 variasi warna, termasuk merah, pirang, coklat, dan hitam, serta pilihan tekstur rambut keriting atau lurus. Ukurannya mencakup dari XXS hingga 4X, menjangkau berbagai tipe tubuh.
Dalam kampanye peluncurannya, Kim Kardashian mengusung konsep parodi acara kuis, menampilkan sisi playful dan satir dari dunia fashion.
Namun, respons publik beragam. Banyak warganet mempertanyakan relevansi dan nilai estetika produk tersebut.
Beberapa menyebutnya sebagai “merkin modern”, istilah untuk rambut palsu yang digunakan di area genital dalam dunia teater dan film.
Harga produk ini dibanderol sekitar Rp 574 ribu (USD 32), dan meski dianggap mahal oleh sebagian konsumen, semua ukuran langsung ludes terjual. Sistem pre-order pun diberlakukan untuk memenuhi permintaan tinggi.
SKIMS, brand shapewear milik Kim Kardashian, telah berkembang pesat sejak diluncurkan. Produk-produk inovatif dan kampanye pemasaran yang provokatif menjadi ciri khas brand ini.
Strategi Kim dalam merilis produk kontroversial seperti Faux Hair Micro String Pants dinilai sebagai bagian dari pendekatan branding yang berani dan disruptif.
Ia memanfaatkan viralitas dan perdebatan publik untuk meningkatkan eksposur brand, sekaligus memperluas pasar fashion yang inklusif dan eksperimental.
Bagi industri fashion, langkah Kim menjadi refleksi bahwa inovasi tidak selalu harus konvensional. Di tengah perdebatan, satu hal yang pasti, Kim Kardashian tahu cara membuat dunia berbicara tentang produknya. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari