RADAR SURABAYA - Nama Primus Yustisio kembali menjadi perbincangan publik setelah psikolog dan mantan artis Lita Gading menyoroti kiprahnya sebagai anggota DPR RI.
Lewat unggahan di akun Instagram @lita.gading, Lita mempertanyakan kinerja Primus yang telah menjabat selama empat periode di parlemen.“Widiiiih empat periode guys bertengger di DPR,” tulis Lita dalam unggahannya, dikutip Senin (6/10).
Sorotan terhadap Primus muncul setelah Lita sebelumnya mengkritisi sejumlah artis yang terjun ke dunia politik, seperti Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan Melly Goeslaw.
Fokus kritiknya mencakup latar belakang pendidikan hingga efektivitas kerja para wakil rakyat dari kalangan selebriti.
Primus Yustisio, yang dikenal sebagai aktor sinetron era 1990-an, mulai berkarier di dunia politik sejak tahun 2007 melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Dapil Jawa Barat IX, dan terus lolos hingga periode 2019–2024.
Namun, menurut Lita, kiprah Primus selama di DPR kurang terdengar. Ia menyoroti pernyataan Primus yang sempat mengusulkan pemasangan barcode pada tabung gas 3 kg, yang dinilai menyulitkan masyarakat.
“Kemaren-kemaren nggak kedengeran, sekalinya ngomong menyulitkan rakyat,” tulis Lita dalam unggahan lainnya.
Tak hanya soal kebijakan, Lita juga mengkritik gaya komunikasi Primus yang dianggap penuh pencitraan, termasuk saat membagikan aktivitas berangkat ke kantor menggunakan KRL. Ia menyebut aksi tersebut tidak mencerminkan substansi kerja sebagai wakil rakyat.
“Tampil sederhana, ke kantor naik KRL? Ekekwkwk emang gue nggak tau? Tau lah, gue gitu looh,” sindir Lita.
Jejak Karier Primus Yustisio
Primus Yustisio memulai karier di dunia hiburan pada tahun 1993 dengan membintangi sinetron. Ia kemudian melebarkan karirnya sebagai model video klip.
Tahun 2007 menjadi titik awal Primus masuk dunia politik. Ia sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Subang pada Pilkada 2008–2013, namun gagal.
Ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dan berhasil terpilih selama empat periode berturut-turut.
Sorotan terhadap Primus Yustisio mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap kinerja wakil rakyat dari kalangan selebriti.
Kritik dari Lita Gading membuka ruang diskusi tentang efektivitas representasi politik dan pentingnya transparansi dalam menjalankan amanah publik.
Meski telah menjabat selama empat periode, publik kini menuntut bukti nyata dari kontribusi legislatif Primus di Senayan. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari