Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unggah Konten Pertama Kali Datangi Rumahnya Usai Dijarah, Uya Kuya Justru Dihujat

Nurista Purnamasari • Rabu, 1 Oktober 2025 | 16:51 WIB
Uya Kuya bersama istrinya dalam konten Youtube saat pertama kali mendatangi rumahnya usai dijarah beberapa waktu lalu.
Uya Kuya bersama istrinya dalam konten Youtube saat pertama kali mendatangi rumahnya usai dijarah beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA - Presenter sekaligus anggota DPR RI Surya Utama alias Uya Kuya kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten kunjungan ke rumahnya yang sempat dijarah massa.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Uya bersama sang istri, Astrid Kuya, terlihat mengunjungi rumah mereka di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang porak-poranda akibat penjarahan pada akhir Agustus 2025.

Penjarahan tersebut terjadi di tengah gelombang kemarahan publik terhadap anggota DPR RI, termasuk Uya Kuya, yang saat itu menjabat untuk periode 2024–2029.

Kemarahan publik dipicu oleh video viral joget Uya bersama Eko Patrio di kompleks DPR RI, yang muncul bersamaan dengan isu tunjangan fantastis anggota dewan seperti tunjangan rumah Rp 50 juta dan tunjangan beras Rp 12 juta.

Rumah Hancur, Barang Raib, Astrid Menangis

Dalam konten tersebut, Uya Kuya menyampaikan kesedihannya atas kehilangan barang-barang pribadi dan milik anak-anaknya yang disebut hasil kerja keras sejak kecil.
“Barang-barang saya, Astrid, barang-barang anak-anak saya itu kerja keras dari kecil,” ujar Uya dalam video tersebut.

Astrid Kuya tampak menangis dalam video tersebut, namun alih-alih mendapat simpati, konten itu justru menuai kritik tajam dari publik.

Kritik Psikolog: Aksi Mencari Empati yang Tidak Tepat

Psikolog dan mantan aktris Lita Gading menilai konten Uya Kuya tidak tepat untuk dipublikasikan. Menurutnya, publik sudah memiliki persepsi negatif terhadap Uya dan Astrid, sehingga upaya mencari empati justru berbalik menjadi hujatan.

“Publik ini marah karena ada perilaku dia yang membuat tidak berkenan,” ujar Lita, Rabu (1/10/2025).

“Aksi kamu mencari empati ini belum tepat karena sudah membekas di pikiran orang-orang hal-hal negatif yang ada di dalam diri kamu, Uya dan Astrid,” tambahnya.

Lita menyarankan agar konten tersebut tidak dipublikasikan demi menjaga sensitivitas publik dan menghindari kesan manipulatif.

 

Momen Haru: Uya Kuya Minta Maaf pada Putrinya

Dalam video call dengan putri sulungnya, Cinta Kuya, Uya menunjukkan kondisi kamar sang anak yang hancur. Ia meminta Cinta bersabar karena barang-barang yang dibeli dari hasil kerja kerasnya ikut raib.

“Jangan nangis, barang-barang kamu hilang semua tuh yang kamu beli pakai uang sendiri,” ucap Uya.

Cinta yang kini menempuh pendidikan di Amerika Serikat mencoba ikhlas meski sedih. Ia menyebut semua barang yang hilang dibeli dari uang hasil kerja sendiri.“Ya aku sih sedih, cuma mau gimana ya, aku ikhlas aja deh,” jawab Cinta.

Uya pun meminta maaf kepada putrinya karena merasa ulahnya sebagai anggota DPR turut membuat Cinta ikut terkena dampak sosial.

“Maafin papa mama ya, kamu jadi ikut kena bully. Dibilang katanya papanya ngeledek rakyat, songong,” tuturnya.

Konten rumah dijarah yang diunggah Uya Kuya justru memicu gelombang kritik publik. Di tengah sensitivitas masyarakat terhadap perilaku pejabat publik, aksi mencari empati dinilai tidak tepat dan berisiko memperburuk citra.

Momen haru bersama sang putri memang menyentuh, namun publik menuntut kepekaan sosial yang lebih tinggi dari figur publik seperti Uya Kuya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#dpr ri #penjarahan rumah #uya kuya #anggota dewan