RADAR SURABAYA - Band rock asal Tennessee, Paramore, kembali menunjukkan komitmen mereka terhadap isu kemanusiaan global.
Kali ini, mereka mengambil langkah tegas dengan menghapus seluruh katalog musik dari platform streaming yang beroperasi di Israel.
Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye No Music For Genocide, sebuah gerakan internasional yang menyerukan boikot musik di wilayah yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Dukungan Paramore untuk Palestina
Langkah Paramore bukanlah yang pertama. Sejak 2023, mereka telah aktif menyuarakan solidaritas terhadap Palestina:
- November 2023: Menyumbangkan hasil penjualan merchandise untuk bantuan kemanusiaan di Gaza
- Mei 2024: Menyuarakan dukungan terhadap gencatan senjata di Palestina
- Oktober 2024: Berkolaborasi dengan Bug Girl dan berhasil menggalang dana lebih dari USD 60.000 untuk bantuan medis
Kini, dengan bergabung dalam kampanye No Music For Genocide, Paramore menegaskan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan kemanusiaan.
Gerakan No Music For Genocide
Gerakan ini telah diikuti oleh lebih dari 400 artis dan label musik internasional. Selain Paramore dan karya solo Hayley Williams, nama-nama besar seperti Björk, Rina Sawayama, Ben Howard, Massive Attack, dan Soccer Mommy juga ikut serta.
Tujuan gerakan ini adalah menekan institusi dan platform yang dianggap terlibat atau mendukung kebijakan yang merugikan rakyat sipil, khususnya dalam konflik yang berkepanjangan seperti di Palestina.
Respons Publik dan Kontroversi
Tindakan Paramore menuai beragam reaksi. Sebagian publik memuji langkah mereka sebagai bentuk keberanian dan solidaritas nyata, sementara sebagian lainnya menganggap keputusan tersebut kontroversial dan berisiko memecah opini penggemar.
Namun, bagi Paramore, keputusan ini adalah bagian dari prinsip mereka sebagai seniman yang tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga menyuarakan keadilan.
“Musik bisa jadi sarana untuk tindakan kemanusiaan,” demikian pesan yang ingin mereka sampaikan.
Langkah Paramore menghapus musik dari platform Israel bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bagian dari gerakan global yang menuntut keadilan dan solidaritas.
Di tengah dunia musik yang sering dianggap netral, Paramore menunjukkan bahwa suara seniman bisa menjadi kekuatan moral yang berdampak nyata. Musik, dalam konteks ini, menjadi medium untuk menyuarakan kemanusiaan. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari