RADAR SURABAYA - Dunia hiburan yang penuh hingar bingar selalu dikaitkan dengan godaan dan terjerumus dalam kehidupan yang salah.
Salah satunya yakni masalah narkoba. Banyak kasus public figure yang terjerumus penyalahgunaan narkoba.
Beberapa artis bahkan tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali ditangkap karena kasus narkoba.
Faktor lingkungan, tekanan pekerjaan, hingga pergaulan kerap menjadi alasan di balik keterlibatan mereka dalam narkoba.
Meski telah menjalani rehabilitasi dan hukuman, beberapa nama tetap kembali terjerat kasus serupa.
Inilah deretan artis yang tercatat beberapa kali ditangkap karena narkoba:
1. Fariz RM
Fariz RM pertama kali ditangkap karena kasus narkoba pada tahun 2007. Saat itu, polisi menemukan heroin di kediamannya.
Setelah sempat menjalani hukuman, ia kembali ditangkap pada 2011 dan 2013 dengan kasus serupa.
Pada 2015, musisi yang terkenal dengan lagu Sakura ini kembali berurusan dengan polisi karena kepemilikan sabu-sabu dan ganja. Meskipun berkali-kali tertangkap, pada Februari 2025 Fariz RM kembali terkena kasus narkoba.
2. Ammar Zoni
Ammar Zoni pertama kali ditangkap karena narkoba pada 2017. Setelah menjalani rehabilitasi, ia kembali diamankan pada 2023 dalam kasus serupa.
Tak berselang lama, ia kembali ditangkap pada tahun yang sama, menjadikannya salah satu artis yang tiga kali terseret kasus narkoba.
Kasus ini membuatnya harus kembali menjalani rehabilitasi dan menghadapi sorotan publik.
3. Jennifer Dunn
Jennifer Dunn pertama kali tersandung kasus narkoba pada 2005 ketika masih remaja. Setelah bebas, ia kembali diamankan pada 2009 dengan kepemilikan sabu.
Kasus ini membuatnya harus menjalani masa tahanan selama beberapa tahun.
Pada 2017, Jennifer kembali tertangkap dalam jaringan pengedar narkoba.
4. Revaldo
Revaldo pertama kali ditangkap pada 2006 karena kepemilikan sabu dan ganja.
Setelah bebas, ia kembali ditangkap pada 2010 dengan kasus serupa, membuatnya harus kembali menjalani hukuman penjara.
Pada 2023, aktor yang terkenal lewat sinetron Ada Apa dengan Cinta? ini kembali terjerat narkoba. Kasus terbarunya ini menjadi bukti bahwa ia masih kesulitan untuk lepas dari ketergantungan zat terlarang.
5. Rio Reifan
Aktor sinetron Rio Reifan menjadi salah satu artis dengan kasus narkoba terbanyak, yakni lima kali sejak 2015. Ia pertama kali ditangkap karena kepemilikan sabu dan menjalani rehabilitasi.
Namun, setelah bebas, ia kembali tertangkap pada 2017, 2019, dan 2021 dengan kasus yang sama.
Terakhir, pada 2023, ia kembali diamankan oleh polisi, menambah panjang rekam jejaknya dalam kasus narkoba.
6. Ibra Azhari
Ibra Azhari adalah salah satu artis yang paling sering terlibat dalam kasus narkoba. Penangkapan pertamanya terjadi pada tahun 2000, diikuti oleh penangkapan kedua pada 2003, ketiga pada Agustus 2010, keempat di 2019 dan yang terbaru pada Januari 2024.
7. Fachri Albar
Fachri Albar pertama kali ditangkap karena kasus narkoba pada 2007. Saat itu, nama Fachri Albar sempat masuk ke daftar pencarian orang (DPO) akibat kasus narkoba.
Keterlibatan Fachri saat itu setelah sang ayah, Ahmad Albar terjerat kasus narkoba. Saat itu, dalam kamar Fachri Albar ditemukan 1,2 gram kokain di sebuah kotak obat. Akhirnya, Fachri Albar pun menyerahkan diri ke BNN bersama keluarganya.
Fachri juga pernah ditangkap pada 2018 terkait kepemilikan narkotika dengan barang bukti, yakni satu plastik berisi sabu 0,8 gram, 13 tablet Dumolit, satu butir obat Calmlet, dan beberapa alat isap sabu.
Ada juga 13 butir psikotropika jenis nitrazepam serta 1 butir psikotropika jenis alprazolam yang ditemukan dalam rumah Fachri Albar.
Terbaru, untuk ketiga kalinya pada April 2025, Fachri Albar Kembali ditangkap akibat dugaan penyelahgunaan narkoba di kediamannya.
8. Roby Geisha
Gitaris Geisha, Roby Satria, pertama kali ditangkap karena narkoba pada 2013.
Setelah bebas, ia kembali tertangkap pada 2015 dan 2019 dengan kasus yang sama.
Beberapa kali mengaku menyesal dan ingin berubah, Roby tetap sulit melepaskan diri dari jerat narkoba.
Itulah deretan public figure yang berkali-kali terjerat kasus narkoba, bahkan ada yang lebih dari tiga kali terjerat kasus yang sama. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari