Jakarta — Dunia hiburan Indonesia kembali dihebohkan dengan kisah perselingkuhan yang terbongkar. Nama Lina Priscilla, sosok pengusaha ternama sekaligus adik ipar bos media Hary Tanoesodibyo yang selama ini lebih banyak berperan di balik layar, kini mendadak menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bukan karena pencapaian bisnisnya, tetapi karena namanya terseret dalam pusaran isu perselingkuhan yang mengguncang rumah tangga Iris Wullur dan Andreas Wullur.
Semua bermula dari unggahan TikTok Iris Wullur yang penuh dengan emosi dan kekecewaan. Dengan nada getir, ia mengungkapkan bahwa suaminya telah menjalin hubungan gelap dengan seorang wanita berjabatan tinggi. Meski tak menyebut nama secara langsung, publik pun segera berspekulasi, dan tak butuh waktu lama sebelum nama Lina Priscilla mencuat ke permukaan.
"Pelakor zaman sekarang eugh, padahal jabatannya tinggi, tapi ampun, masih bisa rebut suami orang. Siapa ya?" sindir Iris tajam di akun TikToknya.
Unggahan itu langsung menuai reaksi luas, membuat warganet bergerak cepat mencari tahu siapa sosok yang dimaksud. Kecurigaan semakin mengarah ke Lina setelah akun media sosialnya mendadak dibatasi, kolom komentarnya ditutup, seolah menghindari badai isu yang semakin besar.
Yang lebih mengejutkan, Iris mengungkapkan bahwa hubungan terlarang ini bukan sekadar selingan sesaat, tetapi sudah berlangsung selama tiga hingga empat tahun.
"Aku tahunya belakangan, dan itu udah lama banget ternyata. Kayak 3 tahun, 4 tahun, wow. Berani berbuat, berani bertanggung jawab!" ujar Iris dengan suara bergetar, menahan emosi.
Seakan menambah drama, Iris juga menyebut bahwa orang-orang terdekat Andreas sudah mengetahui hubungan tersebut sejak lama. Namun, mereka memilih diam seolah menutup mata atas pengkhianatan ini.
"Dan lucunya adalah, orang sekitarnya tahu. Wow," tambahnya dengan nada sinis.
Hingga kini, baik Andreas Wullur maupun Lina Priscilla belum memberikan klarifikasi terkait rumor ini. Keheningan mereka justru semakin memanaskan spekulasi. Apakah benar Lina adalah sosok yang dimaksud? Atau ini hanya kesalahpahaman besar yang terlanjur membakar opini publik?
Editor : M Firman Syah