RADAR SURABAYA – Shawn Corey Carter alias penyanyi rapper Jay-Z asal Amerika Serikat baru-baru ini digegerkan dengan tuduhan pemerkosaan terhadap gadis berusai 13 tahun pada 7 September 2000 lalu. Jay-Z mengungkapkan amarahnya melalui pernyataan yang ia unggah di akun Twitter/X perusahaan hiburan yang ia dirikan @RocNation pada Senin (9/12).
Menurut Jay-Z, tuduhan yang menyatakan dirinya terlibat kejahatan bersama Diddy yakni memperkosa korban anak di bawah umur itu merupakan upaya pemerasan. Ia mengecam keras gugatan yang di layangkan pengacara penggugat bernama Tony Buzbee.
"Dia (Tony Buzbee) sudah memperhitungkan bahwa masalah ini dan juga kehebohan publik bakal membuatku menginginkan perhatian. Enggak pak, efeknya justru sebaliknya! Itu membuatku ingin mengekspos penipuan yang kamu lakukan secara SANGAT terang-terangan di muka publik. Jadi enggak, aku enggak bakal memberimu SATU PENNY PUN!!," tulis Jay-Z dalam keterangannya
Dalam cuitannya itu, Jay-Z mengaku tidak takut adanya gugatan yang dilayangkan padanya itu. Ia menambahkan jika hal tersebut digunakan oknum penggugat untuk menarik perhatian publik dan membuatnya membayarnya, hal itu salah besar. Jay-Z menegaskan ia tidak akan mengeluarkan sepeser uang untuk menutup gugatan yang menggegerkan publik, karena Jay-Z tidak merasa melakukan aksi kriminal tersebut.
"Tuduhan ini sifatnya sangat keji, jadi aku berharap pengaduan yang kamu ajukan adalah pidana, bukan perdata! Siapa pun yang melakukan kriminalitas ini pada anak-anak harus dikerangkeng, siapa yang enggak setuju? Karena inilah keadilan sebenarnya yang bisa didapat terduga korban," Jay-Z menyambung.
Suami dari Beyonce itu bertanya-tanya mengapa tuduhan tersebut masuk dalam ketegori perdata, yang diketahui kasus pemerkosaan apalagi dengan korban di bawah umur harusnya masuk ke dalam hukum pidana. Ia juga menegaskan jika dirinya merupakan sosok yang memiliki kode etik dan kehormatan yang ketat, sehingga ia berbeda dari artis-artis lain yang memanfaatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan anak-anak.
"Kami melindungi anak-anak, dan kami sepertinya memanfaatkan orang untuk keuntungan pribadi. Aku tak sabar menunjukkan padamu betapa berbedanya aku," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, P Diddy yang santer menjadi topik dunia atas skandal Hollywood besar tentang pelecehan dan kekerasan seksual ini dituding melakukan pemerkosaan kepada seorang remaja 13 tahun bersama artis lainnya, yang diduga adalah Jay-Z. Tuduhan ini diajukan seorang wanita yang mengaku bernama Jane Doe, korban pemerkosaan saat masih berumur 13 tahun.
Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York pada Minggu (8/12), Jane Doe mengklaim menjadi korban Jay-Z dan Diddy pada 7 September 2000. Insiden tersebut terjadi setelah acara MTV Video Music Awards (VMA) di Radio City Music Hall di sebuah pesta narkoba.
Doe mengaku jika dirinya dicekoki minuman hingga tidak sadar yang kemudian membuatnya dilecehkan kedua musisi besar itu di hadapan seorang artis wanita.
Kabar tudingan pemerkosaan yang di dapat Jay-Z ini diunggah kembali oleh akun X/Twitter @PopBase pada Senin (9/12). Spontan saja, cuitan tersebut diramaikan dengan 22,2juta kali dilihat para pengguna X/Twitter dengan beragam komentar warganet.
“Jay Z adalah predator?,” tulis @thi***
“Dalam kata-kata katt williams “semuanya akan terungkap pada tahun 2024”,” @Mal***
“Mereka semua harus masuk ke dalam penjara,” @Lyt*** (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto