RADAR SURABAYA – Siapa sangka, seorang artis seperti Yuni Shara juga punya kepedulian besar terhadap dunia pendidikan.
Tak hanya aktif di panggung hiburan, Yuni juga mengelola sebuah sekolah di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, bernama PAUD Cahaya Permata Abadi.
Yang membuat kagum, sekolah ini hanya mematok biaya SPP sebesar Rp3.500 per bulan. Bahkan, pembayaran tak melulu harus pakai uang. Buah-buahan atau sayuran pun diterima.
Berdasarkan laman resminya yakni paudcahayapermataabadi.com, PAUD yang berdiri sejak 2004 ini tak pernah menaikkan biaya SPP. Yuni punya alasan kuat di balik kebijakan tersebut. Ia ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah.
Walau biayanya murah, fasilitas yang diberikan sangat lengkap. Siswa di sini mendapat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan telinga-hidung-tenggorokan (THT), pengecekan gigi, pemberian Vitamin A, hingga pengukuran berat dan tinggi badan. Fasilitas ini juga pernah didokumentasikan di akun Instagram sekolah, @cahayapermataabadi.
Tak hanya itu, sekolah ini juga menawarkan program seperti day care, playgroup, taman bermain, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Dengan dukungan 14 tenaga pengajar yang semuanya lulusan sarjana PAUD, Yuni memastikan bahwa anak-anak mendapat pendidikan terbaik.
Dalam perjalanan membangun PAUD, Yuni tidak sendiri. Salah satu pendukung utamanya adalah Irwan Mussry, suami Maia Estianty. Maia mengungkapkan peran suaminya itu melalui vlog di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV.
“Jadi waktu itu Yuni masih sewa tanah, terus akhirnya Yuni cari suporter, sponsor, dan akhirnya Alhamdulillah Mas Irwan support dan bisa membeli tanah ini, karena memang concern-nya Mas Irwan bangun sekolah-sekolah PAUD,” kata Maia.
Sebagai bentuk penghormatan, aula di sekolah ini diberi nama ibunda Irwan, R.A. Djoewati Mussry Nitidisastro. Maia pun menambahkan, keluarga Irwan punya sejarah panjang di Kota Batu.
“Ada sejarahnya ibunya Mas Irwan juga membangun hotel yang lama di Batu,” jelasnya.
Kedatangan Irwan dan Maia ke sekolah tersebut disambut hangat oleh siswa-siswa. Irwan bahkan disebut berjanji untuk terus mendukung pembangunan fasilitas sekolah.
Inspirasi Yuni mendirikan sekolah ini datang dari sebuah cerita menyentuh. Saat berkunjung ke kampung halaman, ia mendengar kabar bahwa anak dari mantan gurunya ingin menutup sekolah akibat plafon bangunan yang roboh.
Hal itu diceritakan Yuni dalam kanal YouTube Ussy Andhika Official pada 4 November 2019.
Saat itu, Yuni memutuskan untuk mendirikan sekolah pengganti meskipun harus menyewa tanah. Dengan dana pribadinya, ia menyewa kontrakan untuk mendirikan sekolah sementara.
Kini, sekolah tersebut berdiri megah di atas tanah milik sendiri. Bahkan, akreditasi A yang diraih menunjukkan kualitas pendidikan di sana tak main-main.
PAUD Cahaya Permata Abadi mengedepankan enam aspek utama dalam pendidikan anak usia dini: kognitif, bahasa, sosio-emosional, nilai agama dan moral, fisik motorik, serta seni.
Sekolah ini saat ini memiliki 14 tenaga pengajar dan lebih dari 100 siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
Lewat media sosialnya, Yuni kerap membagikan momen kebersamaannya dengan anak-anak di sekolah. Dedikasinya yang besar membuat banyak orang kagum.
Bukan tak mungkin, Yuni akan memperluas kiprahnya di bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah baru di masa depan. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto