Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Begini Respons Krisdayanti Usai Kalah di Quick Count Pilkada Kota Batu: Saya Titip Suara Aspirasi untuk Siapapun yang Menang

Jay Wijayanto • Kamis, 28 November 2024 | 21:41 WIB
Respon Krisdayanti atas kekalahannya di Quick Count Pilkada Kota Batu 2024.
Respon Krisdayanti atas kekalahannya di Quick Count Pilkada Kota Batu 2024.

SURABAYA – Penyanyi Kris Dayanti Trenggono harus menelan pil pahit usai kalah di kampung halamannya sendiri pada Pilkada Kota Batu 2024.

Berpasangan dengan Kresna Dewanata Phrosakh alias Dewa, Krisdayanti menempati urutan ketiga terbawah atau paling kecil perolehan suaranya dengan prosentase 20,31 persen dalam perhitungan cepat (quick count).

 

Pilkada Kota Batu 2024 mengusung tiga pasangan calon (paslon). Yaitu nomor urut satu pasangan Nurochman-Heli Suyanto, Firhando Gumelar-Rudi (No. 2) dan Kris Dayanti-Dewa (No. 3).

Sayangnya, diketahui hasil quick count, Rabu (27/11), paslon nomor urut satu, Nurochman-Heli Suyanto unggul dengan perolehan suara total 50,61 persen.

Kemudian, disusul dengan Firhando Gumelar dan H. Rudi dengan 29,53 persen, dan Kris Dayanti - Dewanata Phrosakh di urutan terakhir dengan total suara 20,31 persen versi Avemedia Research.

Dari hasil ini, KD harus menerima kenyataan jika dirinya mendapat angka terkecil dari dua paslon yang lain. Sehingga, kecil kemungkinan Kris Dayanti-Dewa lolos dalam Pilkada Kota Batu 2024.

Atas kekalahannya di quick count ini, KD pun mengunggah sebuah video dirinya saat diwawancari salah satu stasiun TV di instastorynya @krisdayantilemos, Rabu (27/11).

“Memang kami mengakui keunggulan dari paslon nomor 1, dan memang yang namanya kompetisi ya yang kita semua tahu bagaimana dinamika politik juga, tentunya semua sangat running, cepat dan 87 hari kita juga kampanye, rasa-rasanya juga kurang untuk bisa meyakinkan banyak warga bagaimana visi misi kita,” kata KD dalam video.

Rupanya, KD merespons ketertinggalan angka ini dengan lapang dada. Ia merasa maklum dengan dinamika politik yang tidak dapat ditebak.

KD juga menambahkan bahwa ia dan Dewa telah berusaha sebaik mungkin dalam masa kampanye selama 87 hari. Namun, KD menyadari kurangnya usaha tersebut dalam memaparkan visi-misinya untuk meyakinkan masyarakat Kota Batu agar memilihnya dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Dan semuanya berulang seperti yang tadi disampaikan bapak Prabowo. Bahwa, siapa pun yang memimpin gak boleh ikut merangkul siapapun yang kalah. Jadi saya titipkan suara-suara yang sudah diberikan aspirasinya kepada kami untuk bisa juga dirangkul oleh siapapun yang menang nanti,” lanjutnya

Dalam video tersebut, KD menyebut Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan barang siapa tim yang menang sudah semestinya merangkul yang kalah. Pelantun lagu I’m Sorry Goodbye itu dengan ikhlas mengungkapkan permintaannya untuk menitipkan suara aspirasi masyarakat yang memilihnya agar dirangkul oleh paslon yang menang nanti.

“Untuk tidak berhenti berjuang jelas, harus terus tertanam dan terus punya daya juang, semangat tinggi, komitmen tinggi. Saya rasa sih yang namanya politisi sama penyanyi itu nggak ada mantannya deh. Artinya ga ada mantan politisi, ga ada mantan penyanyi. Semuanya pasti akan terus tersandang dan bersemayam, tersemat di tubuh kita. Jadi saya pikir kapanpun itu akan diberikan tugasnya kembali kepada saya, ya semua tergantung pada partai PDI Perjuangan kedepan,” pungkasnya.

Meski mengaku kalah dalam Pilkada tahun ini, KD tetap semangat dalam berkecimpung di dunia politik yang sudah ia geluti selama satu dekade.

Diketahui jika KD pertama kali terjun di dunia politik dari tahun 2014 dalam naungan Partai Hanura. Pada tahun 2019, ia berpindah untuk bergabung ke partai PDI-Perjuangan dan terpilih menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Tak semulus perjalanannya di panggung kontestasi legislatif, KD tetap merasa bersyukur meski kalah di Pilkada 2024 karena mendapatkan banyak pengalaman, salah satunya mental yang jauh lebih kuat. (ang/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#pilkada batu #Kris Dayanti