RADAR SURABAYA – Penyanyi Nadin Amizah baru-baru ini mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang ia alami saat melakukan konsultasi medis melalui aplikasi Halodoc.
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Nadin membagikan kisah dimana ia merasa diperlakukan tidak profesional oleh dokter yang bertugas di aplikasi kesehatan tersebut.
Dokter tersebut, menurut Nadin, alih-alih memberikan konsultasi medis secara etis, justru membuat komentar pribadi dan bahkan meminta Nadin untuk mem-follow akun Instagram pribadinya.
Kejadian ini berawal ketika Nadin yang sedang sakit memutuskan untuk berkonsultasi melalui aplikasi kesehatan tersebut.
Nadin pun menghubungi seorang dokter bernama dr. Rizky setelah mendapatkan anjuran obat dari dokter spesialis THT yang ia temui secara langsung.
Di aplikasi, Nadin langsung mengajukan pertanyaan kepada dr. Rizky terkait penggunaan obat yang disarankan oleh dokter sebelumnya.
“Saya bertanya terkait obat yang saya butuhkan atas anjuran dokter THT,” tulis Nadin dalam pesannya.
Namun, respons dari dr. Rizky ternyata jauh dari harapan Nadin. Sang dokter memulai percakapan dengan bertanya apakah Nadin seorang artis.
“Artis ka, baik apa keluhan yang dirasakan?” tanya dr. Rizky.
Meskipun sempat merasa tak nyaman, Nadin tetap berusaha melanjutkan konsultasi dengan harapan bisa mendapatkan rekomendasi medis yang profesional.
Namun, Nadin kembali terkejut ketika di tengah-tengah percakapan tersebut, dr. Rizky malah meminta follow back Instagramnya.
“Boleh foll back IG ga ka?” tulis dokter yang menangani pelantun Bertaut tersebut.
Permintaan yang sama sekali tidak relevan dengan konsultasi ini membuat Nadin semakin kecewa dan merasa tidak dihargai sebagai pasien.
Merasa diperlakukan tidak profesional, Nadin akhirnya memberikan respons tegas kepada dr. Rizky. Ia menyatakan kekecewaannya dan mempertanyakan profesionalisme dokter tersebut.
“Sangat tidak profesional, ini apa sih?” balas Nadin yang mulai tampak kesal.
Ia merasa bahwa fokus dokter tersebut lebih kepada statusnya sebagai public figure daripada tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan medis yang etis.
Unggahan Nadin di Instagram pun menunjukkan betapa kecewanya ia dengan sikap dokter tersebut.
Nadin juga menambahkan bahwa selama ini ia selalu menghargai para dokter yang menjaga profesionalisme dan menghormati privasi pasien, tapi kali ini dia merasa kecewa sebab merasa diperlakukan tidak semestinya.
“Shock banget anj**? Lu bayangin lu lagi sakit, butuh obat dan perlu konsul, the first a doctor said setelah chatbot adalah ‘artis ka’. Konsul belum selesai, obat belum diresepin, ga ada ujan ga ada angin minta follow back?” tulis Nadin dengan nada kesal.
Nadin kemudian membandingkan pengalaman ini dengan interaksinya dengan dokter lain yang lebih profesional, yang bahkan memilih untuk “pura-pura tidak tahu” siapa dirinya demi menjaga privasi pasien.
“Mereka akan pura-pura enggak tahu itu siapa karena menjaga data pasien. Itu entah dokter lu atau admin lu malah minta follback coy @halodoc,” ungkap Nadin lagi.
Di akhir curhatannya, Nadin pun mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa bangga ketika dokter tersebut mengenalinya sebagai artis.
Sebaliknya, ia merasa diperlakukan kurang manusiawi oleh tindakan dokter yang meminta follow back di tengah konsultasi medis. “If anything i feel DEHUMANIZE that this happen, @halodoc,” tulisnya dengan nada kecewa.
Kisah yang diunggah di medsos pribadi ini dengan cepat menarik perhatian publik, dan unggahan Nadin mendapat banyak respons dari para pengikut serta warganet lain yang merasa prihatin atas kejadian tersebut.
Akun Instagram @Halodoc pun dibanjiri komentar dari netizen yang mengecam tindakan dokter yang bersangkutan.
“Tolong proses yang namanya dr. Rizky yang menerima konsul Kak Nadin Amizah @halodoc ngga sopan banget,” tulis akun @k***.
“minimal profesional dikit yaa, jangan langsung artis ka?,” komentar akun @a***.
“Minta maaf sebelum di rujak satu Indonesia,” imbuh akun @f***.
Hingga saat ini, Halodoc belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini, dan banyak pihak berharap agar aplikasi layanan kesehatan tersebut mengambil tindakan tegas pada dokter bersangkutan untuk menegakkan etika dan profesionalisme.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para tenaga medis di platform online untuk selalu menjaga sikap profesional dan mengutamakan kebutuhan medis pasien di atas hal lain. (aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto