Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usung Tema Boys Love, Serial Drama Eternal Shadows Dihujat di Indonesia, Produser Klarifikasi Hanya Drama Bromance

Jay Wijayanto • Kamis, 7 November 2024 | 18:53 WIB
Cast drama Eternal Shadows yang memicu kontroversi hingga Luckyland memberikan klarifikasi.
Cast drama Eternal Shadows yang memicu kontroversi hingga Luckyland memberikan klarifikasi.

RADAR SURABAYA – Baru-baru ini, media sosial ramai memperbincangkan sebuah serial drama bertema Boys Love atau BL berjudul Eternal Shadows yang sedang diproduksi oleh rumah produksi Indonesia, Luckyland.

Drama ini menjadi kontroversi karena tema BL dianggap sensitif dan tidak lazim dalam industri hiburan di Indonesia.

Terlebih, genre ini masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya yang berpegang kuat pada norma budaya timur yang anti dengan fenomena LGBT.

Kabar mengenai produksi drama BL ini menuai banyak tanggapan beragam warganet di platform X/Twitter.

Banyak dari mereka yang mengecam dan menolak drama tersebut karena khawatir tema yang diusung akan memberi dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Hal ini bermula ketika akun @tanyarlfes mengunggah foto kolase beberapa aktor diduga akan berperan di Eternal Shadows yang telah diunggah akun instagram resmi milik Luckyland sebelumya.

Di postingan itu, @tanyarlfes menuliskan keterangan, “Yang bener aja? Indo mau buat drama BL? Mana sudah ngumumin cast-nya lagi, enggak gini juga kali ah, ini Indonesia, please.”

Cuitan tersebut ramai hingga mencapai 5,2 juta tayangan, mendapat 25 ribu suka, dan retweet sebanyak 5 ribu kali serta dibanjiri 4 ribu komentar.

Banyak warganet yang mengkhawatirkan pengaruh drama tersebut terhadap budaya lokal. Terlebih tema hubungan sejenis kurang diterima di budaya Indonesia.

Meski genre ini sudah mulai populer dan diterima di beberapa negara Asia lain, topik ini di Indonesia masih dianggap tabu.

“gila jangan di normalisasi dong yang gini. malah mau bikin drama? kalo jadi beneran gak ngerti lagi mana kita penduduk juga banyakan nyerap dri tontonan hadeh,” tulis akun @m***.

“pls jangan dinormalisasi lah hal hal gini apalagi di negara indo yang mayoritas muslim. kesel banget,” imbuh akun @b***.

“Hahhh serius? Boikot aja bisa gak sih? Dahh gilaa,” komentar akun @y***.

Menanggapi kontroversi yang terjadi, Luckyland segera mengeluarkan klarifikasi melalui akun Instagram resmi mereka @luckyland_channel.

Dalam unggahan berjudul Attention, Luckyland berkelit dengan menyampaikan bahwa drama Eternal Shadows merupakan cerita ringan dengan unsur bromance alias persahabatan laki-laki, bukan cerita dewasa atau berhubungan dengan isu sensitif seperti yang sedang hangat dibicarakan.

Dalam klarifikasi tersebut, mereka menyatakan, “Salam hangat, Luckyss. Proyek Luckyland saat ini yang sedang proses yaitu Web Drama Eternal Shadows ingin menekankan alur cerita yang akan tayang adalah cerita dan naskah remaja yang ringan, tidak mengandung unsur 18+ atau dewasa, kekerasan, ataupun isu sensitif yang sedang dibicarakan (LGBT), dengan kata lain drama Eternal Shadows mengandung unsur bromance ringan yang mengikuti alur dari naskah tersebut. LUCKYLAND.”

Baca Juga: Liam Neeson Mengumumkan Pensiun dari Film Laga: Perjalanan Karier Sang Aktor

Selain itu, unggahan sebelumnya yang memperlihatkan foto-foto yang digadang-gadang merupakan aktor drama tersebut telah dihapus dan menyisakan 4 postingan di antaranya klarifikasi dan trailer drama Eternal Shadows yang telah diunggah pada 19 Oktober.

Tidak hanya di Instagram, Luckyland juga mempromosikan drama ini melalui Youtube resmi mereka yakni @luckyland_official yang telah memiliki 13,5 ribu subscriber.

Namun klarifikasi dari Luckyland ini tampaknya belum cukup menenangkan sebagian besar warganet.

Meski drama ini telah ditegaskan akan mengusung cerita yang ringan, penolakan terhadap genre BL masih cukup kuat.

Sejumlah warganet merasa bahwa tema bromance yang diangkat akan tetap menyiratkan hubungan romansa sesama jenis yang sensitif.

Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa drama tersebut merupakan kolaborasi antara Indonesia dan pihak luar, sehingga pasar utama drama tersebut bukanlah di Indonesia.

Jika ditilik dari dunia perfilman Indonesia, sebelumnya juga telah ada beberapa film dengan tema sejenis seperti “Selamat Pagi, Malam”, “Arisan!”, “Pria”, “Dear to Me”, dan “Nightmare and Daydreams” yang juga memancing kontroversi serupa.

Namun, film-film tersebut cenderung lebih fokus pada isu sosial dan memiliki pendekatan yang berbeda, sehingga masih bisa diterima terutama di kalangan pecinta film. (aul/jay)

 

 

Editor : Jay Wijayanto
#boys love #serial drama #eternal shadows #film #luckyland